Prestasi Petani Gemilang, Lakukan Panen Raya Serentak 35 Daerah di Jawa Tengah

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Dinamikanews.net – Keberhasilan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengawali panen raya padi serentak periode Januari-Maret 2026 di 35 kabupaten/kota dengan target 3,35 juta ton gabah kering giling (GKG). Panen dipusatkan di Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, dan dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Jumat, 20 Februari 2026.

Berdasarkan penghitungan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, potensi produksi periode Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 3,35 juta ton GKG. Angka itu meningkat 413.698 ton atau sekitar 14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.Ahmad Luthfi menegaskan, arah kebijakan pembangunan pertanian Jawa Tengah tahun 2026 difokuskan pada penguatan swasembada pangan. Target luas tanam padi sepanjang Januari-Desember 2026 ditetapkan sekitar 2,38 juta hektare. Hingga 18 Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 216.098 hektare.

Untuk produksi tahunan, Jawa Tengah menargetkan 10,55 juta ton GKG pada 2026 atau naik 12,22 persen dibanding realisasi 2025 sebesar 9,3 juta ton.

“Tahun 2025 kita berkontribusi 15 persen untuk nasional. Tahun 2026 harus lebih meningkat,” ujar Ahmad Luthfi usai memimpin panen raya, didampingi Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan Kepala Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati.Guna mengejar target tersebut, Ahmad Luthfi menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, untuk memperkuat konektivitas dengan 35 kabupaten/kota. Komitmen bersama dengan para bupati dan wali kota sebelumnya juga telah ditegaskan dalam pertemuan di Surakarta pada Januari lalu.

Baca Juga :  Wabup Intan Minta Asklin "Gas Pol" Kolaborasi untuk Program Kesehatan Unggulan di Tangerang!

“Memperkuat konektivitas dilakukan terutama dalam mempertahankan lahan pertanian, percepatan mekanisasi, serta pendampingan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari tahap pembibitan, pemupukan, hingga pascapanen,” ungkap Gubernur. *Sistem Sepur*

Pada momentum panen raya ini, Pemprov Jawa Tengah juga memperkenalkan sistem mekanisasi terintegrasi yang disebut “sistem sepur”. Sistem ini menggabungkan proses panen dan tanam secara berurutan dalam satu rangkaian kerja.

Defransisco Dasilva menjelaskan, bagian depan menggunakan combine harvester untuk memanen padi. Berjarak sekitar dua hingga tiga meter di belakangnya, mesin pengolah tanah langsung bekerja, disertai drone yang menyemprotkan cairan dekomposer jerami agar cepat terurai menjadi bahan organik. Setelah lahan siap, mesin rice transplanter langsung melakukan tanam ulang.“Berurutan seperti sepur atau kereta. Jadi panen, olah tanah, dan tanam, berjalan hampir bersamaan. Ini untuk optimalisasi lahan dan mempersingkat waktu,” ujarnya.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Pengurus DPP PDIP 2025-2030, Hasto Terpental

Menurut Tavares, sistem sepur mampu menghemat waktu hingga sekitar 90 persen dibanding metode manual. Untuk lahan dua hektare, seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan dalam satu hari. Dengan cara manual, proses serupa bisa memakan waktu hingga 10 hari.

Uji ubinan yang dilakukan di lokasi panen menunjukkan hasil rata-rata 6 ton per petak ubinan 25 meter persegi. Jika optimal, produktivitas dapat mencapai rata-rata 9,6 ton per hektare, tergantung kondisi irigasi, pemupukan, dan kualitas pembibitan.

Selain mekanisasi, Gubernur juga memastikan koordinasi penguatan irigasi telah dilakukan bersama Kodam IV/Diponegoro di seluruh kabupaten/kota guna menjaga keberlanjutan produksi.

Dengan kombinasi perluasan tanam, penguatan irigasi, serta mekanisasi melalui sistem sepur, Jawa Tengah menargetkan kontribusi yang lebih besar terhadap produksi beras nasional sekaligus memperkokoh fondasi swasembada pangan pada 2026.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01
Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk
RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:03 WIB

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01

Minggu, 1 November 2026 - 09:52 WIB

Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Berita Terbaru