Ketua Provinsi LSM LSBSN Angkat Bicara, Para Oknum Guru SMPN 2 Balaraja Abaikan Surat Edaran Dari Dinas Pendidikan Terkait kegiatan Tour

Selasa, 28 Mei 2024 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang,Lensabumi.com – Menyikapi persoalan atas Kegiatan Tour yang dilaksanakan di SMPN 2 Balaraja Yang beralamat lengkap di Kp.Saga Desa Saga Kecamatan Balaraja kabupaten Tangerang.

Ahmad Fahrul Rozi, C.NSP. turut angkat bicara, disela kegiatannya yang merupakan ketua LSM Provinsi LSBSN ( Lembaga Satu Bumi Satu Negeri) yang juga seorang aktivis dan penggiat kontrol sosial aktif dan juga sebagai pengamat, yang berhasil dijumpai oleh awak media, dalam kesempatan tersebut beliau berikan tanggapannya atas kegiatan Tour yang diselenggarakan di SMPN 2 Balaraja. Pada Selasa, 28/05/2024.

Dalam angkat bicaranya, bang Rozi mengatakan, bahwa terkait atas adanya Tour dan perpisahan yang diselenggarakan oleh oknum guru SMPN 2 Balaraja khususnya bagi murid kelas IX atau kelas 3, dengan Dibebankan biaya sebesar Rp 1,8 Juta/ muridnya, itu adalah merupakan contoh tindakan pengabaian terhadap surat edaran larangan tour yang telah dikeluarkan dan sebagai aturan jelas pemerintah dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang maupun dari provinsi Banten.

Padahal telah jelas, dengan adanya beberapa kejadian kecelakaan yang bahkan merenggut korban jiwa, serta menimpa beberapa murid sekolah yang viral dan heboh di berbagai tv dan media baik cetak maupun elektronik.

Baca Juga :  Pembelajaran Mendalam Dalam Dunia Pendidikan

Namun dengan sudah ada kejadian tersebut, sepertinya tidak mau ditaati oleh para pendidik/guru sebagai pengajar di SMPN 2 Balaraja, seakan tidak mau taati aturan, dan tak digubris serta sengaja diabaikan oleh mereka secara tegas dan jelas, yaitu dengan tetap Memberangkatkan siswa/i kelas IX atau kelas 3 SMPN 2 Balaraja,yaitu pada Selasa, 28/05/2024 pukul 01.00 WIB pagi dinihari.

Dan saya sebagai ketua LSM LSBSN ( Lembaga Satu Bumi Satu Negeri) sangat menyayangkan dan menyoroti tajam, bahkan akan menindak lanjuti dengan berkirim surat kepada Dinas terkait, atas Kegiatan Tour yang telah diselenggarakan di SMPN 2 Balaraja, dengan biaya Rp 1,8 juta/ muridnya.

Dan juga berdasarkan fakta bukti foto yang didapatkan, ada dari catatan daftar siswa atas Bis yang ditumpangi, dan yang ada terpampang jelas ada nempel dimading SMPN 2 Balaraja terdapat kurang lebihnya yaitu sebanyak 250 siswa/i yang ikut Tour.

Dan nyatanya sudah diberangkatkan tadi malam jam 01.00 WIB dinihari, dengan tujuan ke jogja. Dan itu sudah jelas ada bukti kuat, tetapi kenapa para pihak guru justru menghindar tidak mau jumpai untuk dikonfirmasi.

Baca Juga :  Curug Perlu Dikelola dengan Bijak Sebagi Daerah Strategis

Dan berdasarkan bukti beberapa foto/ video, yang berdasarkan hasil pengamatan, bahwa ada sebanyak 5 kendaraan Bis yang terparkir diareal depan ruko pinggir jalan raya utama kresek tepatnya didepan gang keluar dari Lokasi SMPN 2 Balaraja berada.

Yang dimana maksud tujuan kedatangan tim dan rekan awak media, kesekolah pun untuk minta keterangan dan konfirmasi serta agar bisa tunjukkan bukti dokumen Bis travel atas kelayakan dan surat izin atau legalitas yang benar secara prosedur seharusnya.

” Dan saya sangat prihatin dengan dunia pendidikan saat ini di mana lebih pentingkan dan mewajibkan Kegiatan tour dari pada pendidikan ahlak dan budi pekerti. Padahal sudah jelas adanya surat edaran dari dinas pendidikan kabupaten Tangerang.” Ujar Rozi

” Dengan demikian, patut di duga kepala sekolah dan oknum guru tersebut mengindahkan aturan atau melakukan ketidak patuhan karena mengabaikan surat edaran tersebut.” tutup Rozi

Berita Terkait

Cikal Bakal Brebes, Dikenal Sejak Dulu Sebagai “Kota Bawang Merah”
Asal Usul Pulau Nusakambangan: Legenda dan Sejarah yang Menyimpan Misteri
Jejak Cerita Desa Randusanga Kulon, Dari Bekas Musyawarah Walisongo Hingga Sentra Rumput Laut
Jejak Sejarah Losari, Dari Pelabuhan Kuno Hingga Wilayah Penyebaran Islam di Brebes
Jejak Sejarah Brebes : Dari Wilayah Perbatasan Hingga Menjadi Kabupaten Yang Berkarakter
Sejarah Gunung Kumbang — Jejak Alam dan Warisan yang Tak Terpisahkan dari Masyarakat
Kurs Hancur: Ekonomi Katanya Tumbuh, Tapi Rupiah Malah Lumpuh
Nasib Pilu Pantai Randusanga Indah, dari Surga Wisata Menjadi Lahan Terlantar

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 06:19 WIB

Cikal Bakal Brebes, Dikenal Sejak Dulu Sebagai “Kota Bawang Merah”

Kamis, 10 September 2026 - 05:00 WIB

Asal Usul Pulau Nusakambangan: Legenda dan Sejarah yang Menyimpan Misteri

Kamis, 3 September 2026 - 14:52 WIB

Jejak Cerita Desa Randusanga Kulon, Dari Bekas Musyawarah Walisongo Hingga Sentra Rumput Laut

Rabu, 2 September 2026 - 04:51 WIB

Jejak Sejarah Losari, Dari Pelabuhan Kuno Hingga Wilayah Penyebaran Islam di Brebes

Selasa, 1 September 2026 - 05:58 WIB

Jejak Sejarah Brebes : Dari Wilayah Perbatasan Hingga Menjadi Kabupaten Yang Berkarakter

Berita Terbaru

Berita

RSUP NTB Sukses Operasi Bedah Saraf Otak Pertama

Minggu, 13 Sep 2026 - 11:25 WIB

Berita

62 SPPG Di Tangerang Ditutup Karena Tak Kantongi SLHS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 18:02 WIB