IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum IPDA, Arifin Kusuma Wardani, S.Sos., M.A menyerahkan secara simbolis bibvit tanaman aren kepada Kepala Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara.(foto/doc)

Ketua Umum IPDA, Arifin Kusuma Wardani, S.Sos., M.A menyerahkan secara simbolis bibvit tanaman aren kepada Kepala Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara.(foto/doc)

DINAMIKA.NEWS,BANJARNEGARA – Sebagai langkah nyata perlindungan mata air dan mitigasi bencana tanah longsor, sebanyak 3.000 pohon aren ditanam di Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jumat (30/10/2026). Aksi hijau yang diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) melalui program IPDA Jaga Iklim ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas sektor yang menghadirkan pemerintah daerah, Forkopimcam Madukara, Perhutani, pemerintah desa, hingga jajaran elemen pemuda. Agenda tidak sekadar menjadi ajang seremonial penghijauan, melainkan ruang krusial dalam membahas strategi perlindungan mata air, tata kelola kawasan hutan, mitigasi bencana tanah longsor, hingga penegakan hukum lingkungan di tingkat akar rumput.

Sebagai wujud konkret kolaborasi tersebut, IPDA menindaklanjuti aksi penanaman 3.000 pohon aren di kawasan sumber mata air Desa Gununggiana. Pemilihan tanaman aren dinilai strategis karena secara ekologis memiliki sistem perakaran yang kuat untuk mengikat tanah dan menjaga pasokan air, sekaligus secara ekonomis berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara, Nur Wahid Ridha, menegaskan pentingnya keterkaitan antara penataan pemukiman dan pelestarian ekosistem.

Baca Juga :  Wujudkan Dapur MBG: Kementerian dan BGN Bergerak di Wilayah 3T

“Penanaman pohon berkarakteristik akar kuat di sekitar mata air merupakan langkah kunci untuk mengunci kestabilan tanah dan meminimalisasi risiko kerentanan wilayah dari bencana alam,” kata Wahid

Dukungan serupa mengalir dari Pemerintah Kecamatan Madukara. Sekretaris Camat Madukara, Kholidun, mengapresiasi kepekaan para pemuda dalam merespons kerawanan bencana tanah longsor di wilayahnya.

Ia menekankan bahwa gerakan penghijauan yang diinisiasi pemuda sangat vital agar kepedulian terhadap alam dapat mengakar menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat.

Sinergi pelestarian lingkungan ini juga diperkuat oleh jajaran TNI dan Polri. Danramil 14/Madukara Kapten Inf Winarno menjelaskan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) melalui gerakan “Bersatu dengan Alam untuk NKRI”.

Sementara itu, Kapolsek Madukara AKP Munawar, S.H., menyoroti pendekatan green policing, yaitu integrasi penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan yang berorientasi pada perlindungan lingkungan serta kesadaran hukum masyarakat.

Dari sudut pandang tata kelola kehutanan, perwakilan Perhutani Banjarnegara, Rohaniyatun, menguraikan keseimbangan fungsi ekologis dan ekonomi hutan. Ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan kawasan yang sesuai dengan batas dan peruntukannya, di mana tata kelola hutan produksi memiliki aturan teknis yang berbeda dengan hutan lindung maupun kawasan konservasi demi menjaga keberlanjutan ekosistem.

Baca Juga :  Dorong Eksistensi UMKM di Mata Dunia, Pengusaha-Pengusaha Muda Binaan PLN Unjuk Gigi di INACRAFT on October

Ketua Umum IPDA, Arifin Kusuma Wardani, S.Sos., M.A., menegaskan bahwa IPDA hadir untuk melanjutkan estafet perjuangan pelestarian alam yang telah dirintis berbagai pihak sebelumnya.

”Kami berupaya membangun penguatan kolaborasi agar agenda lingkungan hidup dapat tersosialisasi hingga ke tingkat dusun, RW, dan RT. IPDA ingin memastikan bahwa konservasi bergerak sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang merawat pepohonan hingga tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung hangat saat warga dan peserta membedah isu keberlanjutan program, mekanisme sanksi pelanggaran kehutanan, hingga teknis pemangkasan pohon (pruning) di hutan produksi guna memberi pencahayaan bagi vegetasi bawah.

Pihak IPDA menegaskan komitmen pendampingan sosial secara konsisten, sementara Perhutani menjelaskan peran Polisi Hutan serta aturan teknis pengelolaan kawasan.

Sementara Kepala Desa Gununggiana, Kardiyo, menyambut hangat sinergi yang terbangun di desanya.

“Saya menyampaikan  rasa terima kasih atas kepedulian seluruh pihak dan berharap aksi penanaman 3.000 pohon aren ini mampu memberikan dampak ekologis serta ekonomi yang panjang bagi masyarakat Desa Gununggiana,”katanya.(RZS)

Berita Terkait

Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang
Estafet Kepemimpinan Sukamulya: Soni Sanjaya Pamit dengan Catatan Manis
Menitip Jejak di Cikupa: Estafet Kepemimpinan dari Supriyadi ke Khalid Mawardi
Buka Cakrawala Generasi Muda, Rutan Batam Sambut Kunjungan Edukatif MAN 2 Kota Batam
Wujud Nyata Swadaya Warga, Semarak Sawah Baru Jilid III Hadirkan Khitanan Massal hingga Bazar UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:24 WIB

PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Estafet Kepemimpinan Sukamulya: Soni Sanjaya Pamit dengan Catatan Manis

Berita Terbaru

Berita

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:47 WIB