BREBES, Dinamikanews.net – Pembangunan jogging track di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bumiayu, Kabupaten Brebes, mulai dilaksanakan. Proyek yang diharapkan menjadi fasilitas olahraga dan ruang publik bagi masyarakat tersebut mendapat perhatian warga.
Pekerjaan dengan nama kegiatan Belanja Modal Taman (Pembuatan Jogging Track RTH Bumiayu) ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp375.050.000.
Berdasarkan informasi pekerjaan, proyek mulai dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai pada 6 Desember 2026. Adapun pelaksana kegiatan adalah CV Karyasindo Prakarsa.
Tokoh masyarakat Bumiayu, Imam Santoso, menyambut positif pembangunan fasilitas tersebut. Namun, ia berharap pelaksanaan proyek benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, serta ketentuan dalam kontrak.
” Pembangunan fasilitas publik tidak boleh hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi harus menghasilkan bangunan yang kuat, berkualitas, dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang, ” ucap imam Santoso saat ditemui awak media.
Selain kualitas pekerjaan, Imam juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan di kawasan RTH Bumiayu. Ia menilai masih terdapat tumpukan sampah di sejumlah titik yang membuat kawasan tersebut terlihat kurang terawat.
“Jangan hanya jogging track yang dibangun, sementara persoalan sampah dan kebersihan lingkungannya dibiarkan. Kawasan ini harus bersih, rapi, dan nyaman agar benar-benar menjadi ruang publik yang layak,” tambahnya.
Ia juga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes memperhatikan fasilitas pendukung, terutama lampu penerangan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berolahraga pada pagi, sore, maupun malam hari.
Persoalan penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan RTH juga menjadi perhatian. Menurutnya, aktivitas perdagangan perlu ditata secara baik agar tidak mengganggu fungsi utama ruang terbuka hijau.
Imam berharap pembangunan jogging track ini menjadi momentum pembenahan kawasan RTH Bumiayu secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur, kebersihan, penerangan hingga penataan lingkungan.
Dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah, masyarakat berharap proyek tersebut dapat menghasilkan fasilitas yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata.
Pengawasan terhadap mutu pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, serta ketepatan waktu penyelesaian menjadi hal penting agar pembangunan tidak mengecewakan masyarakat.
Kini, warga menaruh harapan agar RTH Bumiayu benar-benar menjadi ruang publik yang bersih, tertata, terang, dan nyaman sebagai tempat olahraga maupun rekreasi keluarga.
(D. Miranoor)















