KPK Geledah Kediaman Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN di Bekasi, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

Minggu, 20 September 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, Dinamikanews.net ~ Tepatnya Minggu 20 September 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Lampri, yang berlokasi di Perumahan Jatiwaringin Asri, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (18/9/2026) .

Penggeledahan ini merupakan kelanjutan penyidikan kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN, khususnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

*Apa yang Disita?

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen penting serta Barang Bukti Elektronik (BBE) yang diduga memuat petunjuk aliran uang terkait perkara tersebut . Petugas terlihat meninggalkan lokasi membawa empat koper berisi barang bukti .

Baca Juga :  PP AMMDI Gelar Pelantikan dan Diklat Kepemimpinan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa barang bukti yang diamankan akan ditelaah dan dianalisis lebih lanjut untuk mendalami peran Lampri selaku tersangka dalam perkara ini guna memperoleh konstruksi kasus secara utuh.

*Kronologi Singkat

– 14 September 2026: KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan menetapkan Lampri beserta 7 orang lainnya sebagai tersangka. Di antaranya Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, serta pihak swasta dan orang kepercayaan di lingkungan kementerian

– 17 September 2026: KPK menggeledah ruang kerja Lampri di lingkungan Kementerian ATR/BPN .

Baca Juga :  Inspektorat Kemenag Kawal Ketat Layanan Haji 2025

– 18 September 2026: Penggeledahan dilanjutkan ke kediaman resmi tersangka di Bekasi .

– Para tersangka saat ini ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk masa penahanan 20 hari pertama hingga 4 Oktober 2026 .

*Dugaan Motif Perkara

Kasus ini bermula dari dugaan pemberian suap terkait layanan perpanjangan HGB, pemecahan HGB menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) PT Summarecon Agung TBK, serta pengurusan hak pertanahan yang melibatkan pihak pengembang swasta .

KPK menegaskan penyidikan masih berlangsung dan masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan resmi dari lembaga.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Dorong Ekonomi Desa, Peternak Ayam di Sulteng Dapat Pelatihan
Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir di Pidie Jaya
Cak Imin Dorong Kopi Pesantren Al Hikmah 2 Brebes, Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur
Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB
HUT TNI ke-81, Prabowo Pimpin Upacara 5 Oktober 2026 di Cilangkap
HUT TNI ke-81 5 Oktober 2026: Sejarah, Makna dan Perjalanan Tentara Nasional Indonesia
Rocky Gerung Resmi Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:43 WIB

Dorong Ekonomi Desa, Peternak Ayam di Sulteng Dapat Pelatihan

Rabu, 4 November 2026 - 22:34 WIB

Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir di Pidie Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 15:44 WIB

Cak Imin Dorong Kopi Pesantren Al Hikmah 2 Brebes, Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB

Berita Terbaru