Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla Seiring Titik Panas Nasional Turun

Rabu, 16 September 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring jumlah titik panas (hotspot) tingkat kepercayaan tinggi secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 titik.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan perkembangan titik panas terus dipantau melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut karena kondisi karhutla masih dinamis.

“Saya tidak bisa memprediksi, namun perlu saya laporkan per hari ini angkanya terus menurun. Dan ini angka yang sangat terbuka, transparan, teman-teman bisa cek di SiPongi Kemenhut, ya,” kata Raja Juli seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Selasa (15/9) pukul 21.05 WIB, tercatat 1.037 titik panas tingkat kepercayaan tinggi secara nasional, berkurang 400 titik dibandingkan sehari sebelumnya.

Baca Juga :  Bongkar Niat Jahat UU P2SK dan PP TAPERA, LKS TRIPDA Provinsi Banten Gelar FGD

 

Di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah mencatat 266 titik panas, turun dari 689 titik, Kalimantan Barat turun dari 203 menjadi 43 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 112 menjadi 72 titik.

Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat peningkatan dari 116 menjadi 245 titik panas, Jambi dari sembilan menjadi 62 titik, sedangkan Riau mencatat 15 titik setelah sebelumnya nihil.

“Jadi sekali lagi trennya terus menurun karena kerja keras teman-teman dari tadi, Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api,” ujar Raja Juli.

Kemenhut menjelaskan titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran.

Baca Juga :  Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Biak Kota, Papua, Berhasil Mendapatkan Medali Perunggu Dalam Ajang 9th World Innovative Technology Challenge (WIT) 2024

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa titik panas sehingga indikasi satelit tetap diverifikasi melalui pengecekan dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Raja Juli kemudian menyatakan bahwa pemerintah terus menjalankan operasi pengendalian karhutla melalui kombinasi operasi udara dan darat, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi awan untuk mendukung pembasahan lahan.

“Jadi OMC kami akan terus lakukan, masif sekali. Kepala BNPB sudah melaporkan berkali-kali bahwa kekuatan pesawat udara, satgas udara, telah maksimum untuk melakukan selain patroli, juga OMC,” tuturnya.

Pemerintah masih menyiagakan 53 armada udara di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 armada lainnya digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC.

Berita Terkait

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang
Estafet Kepemimpinan Sukamulya: Soni Sanjaya Pamit dengan Catatan Manis
Menitip Jejak di Cikupa: Estafet Kepemimpinan dari Supriyadi ke Khalid Mawardi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terbaru

Berita

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:47 WIB