BREBES, Dinamikanews.net — Kabupaten Brebes resmi berdiri sebagai daerah otonom pada 18 Januari 1678, dan sosok yang dipercaya memimpin sebagai bupati pertama adalah Tumenggung Arya Suralaya, yang dikenal juga dengan nama lahir Pangeran Cahyo Kusumo .
*Latar Belakang Berdirinya Brebes
Awalnya wilayah Brebes merupakan bagian dari Kadipaten Tegal. Peristiwa penting terjadi pada 17 Januari 1678 di Jepara, saat pertemuan para adipati Kerajaan Mataram membahas perjanjian Amangkurat II dengan VOC terkait penumpasan pemberontakan Trunajaya. Terjadi perselisihan hingga perang tanding antara Arya Martalaya (Adipati Tegal) dan Arya Martapura (Adipati Jepara), yang berakhir gugurnya Adipati Tegal .
Sehari kemudian, tepatnya 18 Januari 1678, Sri Susuhunan Amangkurat II mengangkat Arya Suralaya, adik dari Arya Martalaya, sebagai pemimpin wilayah baru yang dipisahkan dari Tegal — yaitu Kabupaten Brebes .
*Sosok Bupati Pertama
– Nama: Tumenggung Arya Suralaya (Pangeran Cahyo Kusumo)
– Masa jabatan: 1678–1683
– Kedudukan: Bupati pertama sekaligus pendiri Kadipaten Brebes
– Hubungan: Adik kandung Arya Martalaya, Adipati Tegal yang gugur di Jepara
Pelantikan berlangsung megah, dihadiri langsung oleh Amangkurat II beserta para pembesar istana Mataram, perwakilan Surabaya, Cirebon, hingga Banten. Pengangkatan ini menandai pemekaran wilayah: bagian timur tetap Tegal, sedangkan bagian barat menjadi Kabupaten Brebes yang berdiri sendiri.
*Makna & Jejak Sejarah
Nama “Brebes” sendiri memiliki makna filosofis: air yang merembes perlahan namun mampu membasahi dan memberi kesejukan — harapan agar daerah ini tumbuh damai, makmur, dan bermanfaat bagi rakyatnya.
Sejak kepemimpinan Arya Suralaya, Kabupaten Brebes terus berkembang hingga kini menjadi wilayah paling barat Jawa Tengah, yang dikenal luas sebagai “Kota Bawang Merah” dan “Kota Telur Asin”. Jejak perjuangan dan tonggak kepemimpinan pertama ini selalu diperingati setiap tanggal 18 Januari sebagai Hari Jadi Kabupaten Brebes .
(D. Miranoor)















