BREBES, Dinamikanews.net – Bidang seni jalanan kini tak lagi sekadar hiburan semata, melainkan menjadi sarana berharga untuk menampilkan jati diri dan kekayaan budaya daerah. Hal itu ditunjukkan oleh seniman asal Brebes, Gus Bill, yang lewat karya pertunjukan bertajuk “MATAHATI BAWANG MERAH”, berusaha mengangkat identitas khas Brebes sebagai penghasil bawang merah terbesar di Indonesia ke mata publik yang lebih luas.
Karya seni jalanan ini digelar di ruang terbuka kawasan pusat kota Brebes, dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Dengan mengusung tema yang kental dengan kearifan lokal, Live Mural ini merangkai gerak, suara, dan narasi yang saling menyatu, menggambarkan perjalanan panjang masyarakat Brebes yang tak terpisahkan dari komoditas bawang merah—sejak masa penanaman, perawatan, hingga panen, sekaligus perjuangan para petani dalam menjaga kelestarian tanaman andalan daerah ini.
Gus Bill, di sela-sela kegiatan, menjelaskan bahwa nama “MATAHATI BAWANG MERAH” memiliki makna yang dalam. “Bawang merah bukan sekadar hasil tani, melainkan nyawa, mata, dan hati bagi warga Brebes. Dari sinilah kehidupan berjalan, perekonomian berputar, dan nama daerah kita dikenal di seluruh penjuru negeri. Lewat seni jalanan, saya ingin menyampaikan: bawang merah adalah identitas kita, kebanggaan kita, dan harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Pertunjukan ini juga menyisipkan pesan tentang nilai kerja keras, gotong royong, serta ketangguhan petani Brebes yang sering kali menghadapi tantangan seperti perubahan cuaca, fluktuasi harga, hingga masalah pengairan. Melalui simbol-simbol visual dan gerakan yang mudah dipahami, karya ini mengajak masyarakat untuk lebih menghargai hasil jerih payah para petani, sekaligus memperkuat rasa cinta dan kepemilikan terhadap daerah sendiri.
Warga yang hadir pun menyambut antusias. Banyak yang mengaku merasa tersentuh dan bangga, karena budaya serta keseharian mereka kini dikemas menjadi karya seni yang indah dan bermakna. “Selama ini kita tahu Brebes itu kota bawang merah, tapi jarang ada yang menyampaikannya dengan cara seni yang begitu menyentuh hati. Karya Gus Bill ini benar-benar membuat kita makin sadar, bahwa bawang merah adalah bagian dari diri kita,” kata Fitri, salah satu warga penonton.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, seni jalanan adalah wadah yang sangat efektif dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan potensi daerah. “Langkah Gus Bill patut diteladani. Ia membuktikan bahwa seniman punya peran besar dalam memperkuat identitas daerah. Semoga karya seperti ini terus tumbuh, agar nama Brebes makin bersinar, dan nilai-nilai luhur budaya kita tetap terjaga,” ungkapnya.
Melalui MATAHATI BAWANG MERAH, Gus Bill berharap karya ini tak berhenti sekadar menjadi pertunjukan sesaat. Ia berniat membawa gagasan serupa ke berbagai daerah lain, bahkan ke tingkat nasional, agar kisah Brebes, kota bawang merah yang kaya budaya dan semangat juang ini, semakin dikenal dan dicintai banyak orang.
(D. Miranoor)















