Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Jumat, mengatakan dari 31 produk, 15 produk mencantumkan Nomor Izin Edar (NIE) fiktif dan 16 produk tidak terdaftar di BPOM. Produk tanpa izin edar atau yang menggunakan NIE fiktif tidak memiliki jaminan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu, karena tidak melalui evaluasi BPOM.

“Produk yang mengandung BKO dipromosikan dengan beragam klaim, mulai dari stamina pria/obat kuat, pegal linu/asam urat/nyeri sendi/rematik, gatal-gatal, batuk, pelangsing, hingga penambah berat badan,” kata Taruna Ikrar.

BKO yang ditemukan antara lain sildenafil, parasetamol, mikonazol, ketokonazol, allopurinol, deksametason, kafein, meloksikam, fenilbutazon, prednison, piroksikam, klorfeniramin maleat, sibutramin, natrium diklofenak, dan siproheptadin.

Selain temuan BKO, BPOM menemukan satu produk suplemen kesehatan tanpa izin edar yang tidak memenuhi syarat Angka Lempeng Total (ALT), Angka Kapang-Khamir (AKK), dan Escherichia coli.

Ketidaksesuaian parameter mikrobiologi tersebut menunjukkan bahwa produk tidak terjamin keamanannya dan mutunya tidak sesuai standar serta berpotensi menimbulkan risiko tinggi terhadap kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pendampingan GANN dan Ketua DPD Partai Kedaulatan Rakyat Terhadap Korban Penyalahgunaan Obat Golongan G di BNN Kota Tangerang Selatan

Adapun produk-produk itu sebagai berikut:

  1. Bintang Bintang Tangkur Cobra
  2. Bintang Bintang Tangkur Black Cobra
  3. Kopi Joss +++
  4. Kapsul Stamina dan Tahan Lama cap Beruang Putih
  5. Urat Naga Extra Strong
  6. Africa Black Ant
  7. Bima Strong
  8. Obat Kuat dan Tahan Lama Jaguar Platinum
  9. Huatuobaifuling
  10. Daun Madu Hitam
  11. Kapsul Samulin
  12. Montalin
  13. Jamu Industri Cap Tiga Anak
  14. Tawon
  15. Kapsul Panjang Umur Antanan
  16. Kapsul TCU
  17. Ramuan Tradisional Bugarin
  18. Surya Sehat
  19. Daun Tapak Liman
  20. Urat Banteng
  21. Ginseng Plus Asam Urat + Nyeri Tulang (Pegal Linu)
  22. Chong Chao Zhi Ke Wang Capsule
  23. Nofat
  24. Tawon POM
  25. Wantong POM
  26. Samuraten POM
  27. Shen Ling Asam Urat POM
  28. Daun Afrika Asam Urat-Nyeri Sendi-Sakit Gigi
  29. Day’s Slim Pelangsing
  30. Vitamin Gemuk By E Skin
  31. Moringa Rosabella

BPOM menekankan penggunaan obat herbal dan suplemen kesehatan mengandung BKO dapat menimbulkan risiko kesehatan. Temuan ini menunjukkan risiko produk ilegal tidak hanya berasal dari penyalahgunaan BKO, tetapi juga dari mutu mikrobiologi yang tidak memenuhi syarat.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-53, Presiden Sampaikan Tujuh Pesan Untuk KORPRI

“Produk ilegal dapat dipromosikan seolah-olah aman, alami, dan dapat digunakan tanpa risiko. Padahal proses produksi, sumber bahan, serta pemenuhan persyaratan keamanan dan mutunya tidak dapat dipastikan,” kata Taruna Ikrar.

Sebagai tindak lanjut, BPOM telah melakukan langkah pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penelusuran terhadap sumber produk, perintah penarikan dari peredaran, pemusnahan produk, serta pemblokiran atau takedown terhadap tautan penjualan daring yang ditemukan.

“BPOM juga terus melakukan pendalaman terhadap pihak yang memproduksi, mengedarkan, atau mempromosikan produk ilegal tersebut, serta memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan platform digital,” katanya.

Taruna mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap produk dengan klaim berlebihan seperti “stamina pria instan”, “tahan lama”, “pegal linu langsung hilang”, “asam urat sembuh cepat”, “pelangsing cepat”, “gemuk instan”, atau klaim lain yang terdengar terlalu menjanjikan.

“Dan jangan lupa, selalu lakukan Cek KLIK, yaitu cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa, sebelum membeli atau menggunakan obat bahan alam maupun suplemen kesehatan,” katanya.