Brebes, Dinamikanews.net – Mbah Rubi adalah tokoh ulama, pejuang, dan leluhur yang sangat dihormati di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Nama aslinya Imron Nuridin Bin Sayyid Abdul Ghofar, juga dikenal dengan gelar Pangeran Purbaya atau Sultan Mataram III. Ia merupakan keturunan bangsawan Mataram, dari garis keturunan Ki Ageng Pamanahan hingga Ki Ageng Banis Lawean, dan tergolong sebagai Jumlatul Aulia (golongan wali/ulama besar) .
*Kehidupan & Identitas
– Lahir: Tahun 1848
– Wafat: Tahun 1908
– Dimakamkan: Di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, tepat di RW 01, bersebelahan makam mantan Bupati Brebes (Raden Arya Singasari Panata Yudha II dan III) .
*Peran & Perjuangan
Mbah Rubi dikenal memiliki kesaktian dan karomah yang luar biasa. Ia dipercaya sebagai penjaga Pendopo Kabupaten Brebes, yang mampu menghalangi pasukan Belanda agar tidak masuk ke wilayah kedudukan Bupati. Karena ketangguhannya, namanya sangat ditakuti penjajah Belanda, namun sangat dicintai rakyat .
Karena perlawanannya, rakyat setempat menjadi sasaran kemarahan Belanda dan banyak mengungsi ke daerah Kedongjimat, Ketanggungan. Setelah Perang Narjalayu Paripurna, Mbah Rubi menetap di Desa Klampok dan mengajarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar hingga akhir hayatnya .
*Legenda & Warisan
– Suka menolong: Membantu rakyat yang kesulitan, membuka sumur ajaib saat kekeringan yang airnya tak pernah habis dan hingga kini masih dimanfaatkan warga.
– Hidup rendah hati: Meski berilmu tinggi, ia tampil sederhana, sering menyamar sebagai petani tua untuk membantu orang lain.
– Makam keramat: Makamnya hingga kini tetap ramai dikunjungi peziarah. Pemerintah Kabupaten Brebes pun rutin berziarah ke makamnya saat peringati hari jadi daerah .
*Nilai Sejarah
Mbah Rubi bukan sekadar tokoh sakti, melainkan simbol keteguhan iman, perlawanan terhadap penjajah, dan pengabdian kepada rakyat. Kisahnya terus dituturkan turun-temurun, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan sejarah perjuangan masyarakat Brebes.
( D. Miranoor)















