Dua Tahun Tak Berfungsi, Pustu Kebon Cau Dikeluhkan Warga Baduy

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak,— Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Kampung Nangerang, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojong Manik, Kabupaten Lebak, Banten, selama kurang lebih dua tahun terakhir tidak berfungsi secara maksimal karena tidak adanya tenaga medis. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat di wilayah sekitar, termasuk warga Baduy, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Lokasi Pustu tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan yang dapat menjangkau masyarakat dari empat desa, yakni Desa Kebon Cau, Desa Karang Nunggal, Desa Kanekes, dan Desa Cibarani. Namun, tidak berfungsinya fasilitas kesehatan tersebut membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.

Persoalan itu menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan Santa, warga Baduy, kepada Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, H. Karim, pada Kamis (27/8/2026).

H. Karim mengatakan, aspirasi masyarakat Baduy terkait pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius DPRD Lebak, terlebih kesehatan merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Pelayanan kesehatan untuk warga Baduy yang bisa melayani dari empat desa sementara ini belum bisa dipergunakan dengan maksimal, dan bahkan tidak berfungsi,” kata H. Karim.

Menurutnya, keberadaan Pustu di Desa Kebon Cau sangat penting karena lokasinya relatif dekat dengan wilayah masyarakat Baduy. Karena itu, fasilitas tersebut dinilai perlu segera diaktifkan kembali agar dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Berprestasi dalam Olahraga Karate, Anak Kolong Ini Bercita-Cita Masuk Akmil

“Selama kurang lebih dua tahun Pustu di Desa Kebon Cau sudah tidak berfungsi, padahal itu sarana kesehatan untuk warga Desa Kebon Cau, Desa Karang Nunggal, Desa Cibarani, dan Desa Kanekes, Baduy yang terdekat,” ujarnya.

H. Karim menyatakan, Komisi II DPRD Lebak akan berkoordinasi dengan Bupati Lebak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, untuk mencari solusi agar Pustu di Kebon Cau tersebut dapat kembali beroperasi.

“Insyaallah kami dari Komisi II DPRD Lebak akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan akan berkoordinasi juga dengan Bupati,” katanya.

Selain itu, Komisi II DPRD Lebak, juga akan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pustu di Kampung Nangerang, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojong Manik. Peninjauan tersebut diperlukan untuk melihat kondisi fasilitas kesehatan secara langsung sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi agar pelayanan dapat kembali berjalan.

“Dari segi tenaga kesehatannya, obat-obatannya, serta alat kesehatannya, kami akan lihat sejauh mana dan apa saja yang akan menjadi pengajuan kami kepada pihak terkait,” tutur H. Karim.

Warga Baduy Harus Menempuh Jarak Jauh
Sementara itu, Santa, warga Baduy yang menyampaikan aspirasi tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi pelayanan kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, keterbatasan sarana kesehatan membuat masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh ketika membutuhkan pengobatan.

Baca Juga :  Dilantik Bersamaan, Djoko dan Iwan Diminta Laksanakan Tugas Sesuai Arahan

“Saya prihatin dengan warga Baduy yang akan berobat, mereka harus menempuh jarak yang cukup jauh. Karena setiap warga yang sakit harus berobat ke RSUD, minimalnya ke Puskesmas yang berada di Cisimeut,” ungkap Santa.

Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan dengan cepat. Jarak yang jauh juga dapat menjadi kendala bagi warga yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

Padahal, Pustu Kebon Cau memiliki posisi strategis karena dapat menjadi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat di sejumlah desa yang berada di sekitar kawasan tersebut, termasuk masyarakat Baduy yang berada di Kampung Cicakal Girang, Desa Kanekes, dan warga lainya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali Pustu tersebut, terutama dengan memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta peralatan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darma Putra, yang dihubungi melalui saluran selular, Jumat (28/8/2026), tidak menjawab, sekalipun handphone nya dalam kondisi aktif

Berita Terkait

Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan
Tumpukan Sampah SPPG, Berserakan Dalam Jurang dan Tepi Kawasan Hutan pinus/lindung Desa Dawuhan
HUT ke-394, DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna: “Terus Bergerak, Semakin Berdampak
Senyum Anak-Anak di HUT Kabupaten Tangerang: Hiburan Rakyat Tanpa Biaya
Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Krisis Air Bersih Brebes Makin Meluas, 49.518 Jiwa Sudah Dilayani
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Krisis Air Bersih Meluas di Brebes, 19 Desa Minta Bantuan Air

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Tasyakuran Hari Jadi Tigaraksa ke-394: Merawat Ingatan, Memperkuat Persatuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Tumpukan Sampah SPPG, Berserakan Dalam Jurang dan Tepi Kawasan Hutan pinus/lindung Desa Dawuhan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:45 WIB

HUT ke-394, DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Paripurna: “Terus Bergerak, Semakin Berdampak

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Senyum Anak-Anak di HUT Kabupaten Tangerang: Hiburan Rakyat Tanpa Biaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa

Berita Terbaru