Bupati Paramitha Buka Sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Kompleks Sekolah Rakyat Kabupaten Brebes siap memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) perdananya mulai tanggal 31 Juli 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas pendidikan yang menjadi program unggulan penanggulangan kemiskinan tersebut telah mencapai 83,27 persen.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma usai membuka sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Brebes, sekaligus meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu (15/7/2026). Menurutnya, sosialisasi kepada orang tua dan calon siswa telah dilakukan secara menyeluruh.

“Dari total 209 calon siswa yang telah diverifikasi dan diperiksa kesehatannya, hampir seluruhnya dalam kondisi sehat. Hanya ada satu anak dari Randusanga Kulon yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi akibat faktor genetik keluarga, dan kami akan segera menindaklanjuti dengan penanganan medis yang tepat,” ujar Bupati Paramitha.

Ia menjelaskan bahwa gedung ruang kelas untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA beserta asramanya telah selesai dibangun dan siap digunakan. Sementara fasilitas penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, gedung olahraga, dan sarana pendukung lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.

“Kami perkirakan seluruh pembangunan tuntas 100 persen dan dapat digunakan secara utuh pada tanggal 20 Agustus 2026. Saat ini asrama, ruang kelas, hingga sarana sanitasi sudah bisa difungsikan. Agar kegiatan berjalan maksimal, MPLS untuk semua jenjang akan dimulai serentak pada 31 Juli mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Wabup Intan Tinjau Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Lebih lanjut, Paramitha berharap kehadiran Sekolah Rakyat ini benar-benar menjadi investasi pendidikan yang berharga bagi Brebes, serta mampu mendongkrak capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ke arah yang lebih baik.

“Mohon doanya, semoga harapan masyarakat Brebes terwujud. Sekolah ini bukan sekadar bangunan, melainkan upaya nyata memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya penuh harap.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baihaqi, melalui Kabid Warudin menjelaskan, bahwa seleksi penerimaan siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan lewat sistem penjangkauan langsung ke sasaran.

“Data calon siswa kami peroleh dari pendamping sosial Program Keluarga Harapan dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang mendata anak usia sekolah dari keluarga miskin ekstrem. Awalnya data yang masuk mencapai hampir 500 orang, namun kuota gelombang pertama ini dibatasi sebanyak 270 orang,” terang Warudin.

Tantangan muncul khususnya pada jenjang Sekolah Dasar. Dari rencana awal 3 rombongan belajar, baru terpenuhi sebanyak 29 siswa. Hal ini disebabkan sebagian orang tua belum siap melepas anak usia dini tinggal di asrama, serta keberadaan sekolah ini masih tergolong baru bagi masyarakat.

“Kami pun melakukan penyesuaian. Sisa kuota jenjang SD dialihkan untuk menambah jumlah rombongan belajar di jenjang SMP dan SMA, sehingga nantinya masing-masing akan memiliki 4 rombongan belajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Sat Resnarkoba Polresta Tangerang Ungkap Peredaran 94.450 Butir Obat Keras Daftar G di Pasarkemis

Imam menegaskan proses penjangkauan masih terus berlangsung. Apabila ditemukan anak yang memenuhi syarat namun belum terdata, masih dibuka peluang untuk dimasukkan ke dalam daftar selama berasal dari keluarga miskin ekstrem.

“Ini adalah wujud nyata program Presiden Prabowo Subianto, memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Semoga langkah awal ini menjadi cahaya harapan bagi anak-anak Brebes untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Kebahagiaan dan harapan besar terpancar dari wajah Nengsih (40), orang tua dari Hilman Febriadi asal Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, yang kini resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Brebes.

“Saya sangat senang dan bersyukur sekali putra saya diterima di sini,” ujar Nengsih dengan wajah sumringah.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat ini sungguh menjadi angin segar bagi masyarakat kurang mampu. Pasalnya, seluruh kebutuhan putranya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

“Semua kebutuhan anak saya ditanggung pemerintah. Tidak hanya makan tiga kali sehari, seragam, dan perlengkapan sekolah, fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap dan memadai,” ungkapnya.

Nengsih berharap kesempatan emas ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh putranya untuk belajar dengan tekun, meraih cita-cita, dan mampu mengubah nasib keluarga melalui pendidikan yang layak.

(Rusmono)

Berita Terkait

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan
Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks
Hari Pelanggan Nasional 2026, JTT Perkuat Komitmen Peningkatan Layanan
Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau
Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok
Apresiasi Raperda Inisiatif & Saran DPRD, Sachrudin-Maryono: Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Tangerang Sambangi Keluarga Korban Pohon Tumbang Di Teluknaga
Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Hadapi Peluang Green Jobs

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:41 WIB

Kekeringan Melanda, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Bersih Bagi Warga Kab. Mojokerto dan Kab. Pamekasan

Jumat, 4 September 2026 - 18:29 WIB

Dukung Petani Kopi Lokal, Mendes Yandri Apresiasi Starbucks

Jumat, 4 September 2026 - 18:26 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, JTT Perkuat Komitmen Peningkatan Layanan

Jumat, 4 September 2026 - 18:22 WIB

Kementerian PU Terus Pantau Debit Sungai Mahakam yang Surut Akibat Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 19:19 WIB

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Langkah Strategis Presiden Prabowo di Vladivostok

Berita Terbaru