Pemkot Bekasi Studi Tiru Olah Sampah Jadi Listrik Ke China

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Dinamikanews.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi tiru pengolahan sampah menjadi listrik ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Wangneng Environment di Huzhou, China.

Rombongan bertolak ke China hari ini dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi bersama jajaran Komisi II, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, serta perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang.

“Kunjungan dilakukan dalam rangka mempelajari secara langsung teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi,” kata Kepala DLH Kota Bekasi Kiswatiningsih menjelang keberangkatan di Bekasi, Jumat.

Kiswatiningsih mengatakan kunjungan ini dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan menjadi energi listrik.

Baca Juga :  Tukarkan sampah botol plastik dan minyak jelantah dengan naik kapal di Sungai Cisadane

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan fisik PSEL Kota Bekasi yang saat ini terus dipercepat dan seluruh biaya kegiatan ditanggung Wangneng Environment selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) yang telah ditetapkan dalam Proyek PSEL Kota Bekasi.

“Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP sehingga tidak membebani keuangan daerah,” ucapnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan sampah modern tetapi menjadi bagian dari transformasi besar kawasan Bantargebang.

Selama puluhan tahun kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan Pemkot Bekasi ingin mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang identik dengan inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.

“Kami ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat inovasi lingkungan hidup yang mampu mengubah sampah menjadi energi, membuka peluang ekonomi bar,u dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-53, Presiden Sampaikan Tujuh Pesan Untuk KORPRI

Pemkot Bekasi juga tengah mendorong pengembangan industri turunan berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah menjadi energi.

“Kami membayangkan Bantargebang ke depan berkembang menjadi kawasan ekonomi lingkungan. Ada PSEL yang menghasilkan energi listrik, ada industri pengolahan FABA yang menghasilkan produk bernilai ekonomi, ada aktivitas riset dan inovasi lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pemkot Bekasi berharap melalui pembangunan PSEL dan pengembangan industri pendukungnya, Bantargebang dapat menjadi contoh transformasi kawasan lingkungan yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang pembangunan berkelanjutan.

Pihaknya menargetkan tahapan groundbreaking Program PSEL dapat dilaksanakan pada awal Juli 2026 dan direncanakan peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto.

Berita Terkait

Pohon Tumbang Timpa Mobil Di Kelapa Gading, Dua Orang Terluka ​
Ratusan Warga Margadana Geruduk DPRD Kota Tegal, Tolak Beroperasi Tempat Hiburan Malam Helen’s Night Mart
Wabup Intan sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Sodong yang secara konsisten menyelenggarakan santunan anak yatim
DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, DPPP Kabupaten Tangerang Gelar Forum Konsultasi Publik
Evaluasi MBG, Peneliti BRIN Sarankan Penataan Bertahap Berbasis Data
AVC Cup 2026: Usai Tekuk Thailand, Indonesia Bidik Semifinal
Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:18 WIB

Pohon Tumbang Timpa Mobil Di Kelapa Gading, Dua Orang Terluka ​

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:39 WIB

Pemkot Bekasi Studi Tiru Olah Sampah Jadi Listrik Ke China

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:45 WIB

Ratusan Warga Margadana Geruduk DPRD Kota Tegal, Tolak Beroperasi Tempat Hiburan Malam Helen’s Night Mart

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:58 WIB

Wabup Intan sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Sodong yang secara konsisten menyelenggarakan santunan anak yatim

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:44 WIB

DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung

Berita Terbaru