Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Indonesia mendorong hubungan ekonomi yang lebih seimbang dengan China melalui penguatan perdagangan, investasi berkualitas, serta pertukaran keahlian di sektor-sektor strategis yang dinilai akan menentukan arah pertumbuhan kedua negara di masa depan.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto menyampaikan bahwa Indonesia dan China perlu mengarahkan kemitraan bilateral pada bidang-bidang yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang yang lebih merata bagi kedua pihak.

Dalam Forum Wadah Pemikir dan Media China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu, Santo menempatkan ekonomi hijau dan hilirisasi mineral kritis sebagai prioritas utama kerja sama kedua negara.

“Indonesia dan China dapat menambatkan masa depan bersih bersama melalui kendaraan listrik, ekosistem baterai, dan investasi energi berkelanjutan,” ucap Santo.

Menurutnya, peluang kerja sama di sektor ekonomi hijau dan hilirisasi harus dibangun di atas rantai pasok yang bertanggung jawab serta standar lingkungan dan sosial yang disepakati bersama.

Baca Juga :  Kementerian PU Tata Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta dan Koridor Pedestrian

Selain ekonomi hijau, Santo menilai ekonomi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan inovasi menjadi bidang strategis berikutnya. Sebagai dua pasar digital terbesar di dunia, Indonesia dan China dinilai memiliki ruang yang luas untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur digital, pengembangan lokapasar, layanan pinjaman daring, hingga pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.

Santo juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama di sektor ketahanan pangan dan energi. Menurutnya, kedua negara dapat memperkuat kemitraan melalui riset bersama, investasi teknologi, serta pembukaan akses pasar yang lebih besar bagi produk pertanian dan perikanan Indonesia.

Di bidang industri dan manufaktur, Indonesia mendorong pembaruan sektor produksi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan vokasional, dan transfer teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas industri nasional.

Baca Juga :  Warga Binong  Keluhkan Air Kali Berwarna Coklat, Diduga Terkait Proyek Pembangunan di Curug Wetan

Lebih lanjut, Santo menjelaskan bahwa keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan China perlu diwujudkan dengan memperbesar akses berbagai produk Indonesia ke pasar China, termasuk komoditas pertanian, hasil perikanan, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap investasi asal China, namun investasi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas yang dapat membantu industri Indonesia naik kelas.

Santo menambahkan bahwa hubungan Indonesia dan China harus terus dibangun di atas prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, serta komitmen bersama terhadap kedaulatan dan hukum internasional.

“Kami yakin hubungan Indonesia-China yang mapan dan berwawasan ke depan dapat menjadi contoh baik dalam kerja sama Selatan-Selatan dan berkontribusi dalam menciptakan tatanan global yang lebih seimbang, inklusif, dan adil,” kata Santo.

Berita Terkait

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas
Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu
Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing
BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu
Prioritaskan Bedah Rumah dan Akses Jalan Sekolah Rakyat, Meski Sertijab Dinperwaskim Brebes Program Berjalan
Bupati Paramitha Salurkan 100 Paket Sembako di Jatibarang Lor, Sekaligus Serap Aspirasi Warga
Dijanjikan Kerja ke Yunani, Tujuh Warga Brebes Setor hingga Rp70 Juta per Orang, Kini Berharap Uang Kembali

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Kejar Target Akhir Tahun, 1.545 Rumah Tidak Layak Huni di Brebes Dibedah, Dinperwaskim Diminta Tancap Gas

Sabtu, 7 November 2026 - 18:29 WIB

Polri-KPAI Perkuat Koordinasi Lindungi Anak Dari Tindak Kejahatan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:42 WIB

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Brebes Progres Capai 70 Persen, Harapan Besar Kesejahteraan Nelayan Bertumpu

Sabtu, 7 November 2026 - 05:27 WIB

Polres Brebes Tanam 2.005 Bibit Mangrove di Pantai Randusanga, Cegah Abrasi Lewat Green Policing

Jumat, 6 November 2026 - 19:03 WIB

BNPB: Satgas Padamkan Kebakaran Areal Perkebunan di Magetan dan Luwu

Berita Terbaru