RI dan Kuwait Perkuat Kerja Sama Di Sektor Ketahanan Energi

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Indonesia dan Kuwait memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi sebagai upaya menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih berlangsung.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta.

“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/8).

Kerja sama energi kedua negara telah berlangsung melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya keterlibatan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) dalam delapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

Baca Juga :  Kolaboratif Lintas Sektor, Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Delapan proyek eksplorasi migas tersebut berlokasi di Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur. Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga melakukan eksplorasi migas di wilayah Anambas.

Kolaborasi di sektor energi diperkuat melalui Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Migas dan Petrokimia yang disepakati pada 2019.

Selain kerja sama di bidang energi, Indonesia dan Kuwait juga telah menyepakati sejumlah Nota Kesepahaman, antara lain MoU Pembentukan Komisi Bersama, MoU Kerja Sama Ekonomi dan Teknik tahun 2007, dan MoU Kerja Sama Perdagangan tahun 2007.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi,” ujar Duta Besar Khalid.

Baca Juga :  Wujudkan Program Swasembada Pangan, Menteri Dody Tinjau Rehabilitasi DI Mrican di Nganjuk

Kedua pihak juga sepakat untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-GCC (negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk) Free Trade Agreement, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Sebagaimana diketahui, hubungan ekonomi Indonesia dan Kuwait juga menunjukkan tren yang positif.

Adapun pada tahun 2025, total perdagangan kedua negara meningkat sebesar 10,69 persen menjadi 606 juta dolar AS, dari 547,5 juta dolar AS pada tahun 2024. Sementara itu, investasi Kuwait di Indonesia naik dari 290 ribu dolar AS di tahun 2024 menjadi 1,2 juta dolar AS pada tahun 2025 yang didominasi oleh sektor migas.

Berita Terkait

Bersama PT ABC dan TP-PKK Kabupaten Brebes, Gelar Ajang Kreasi Memasak
Apel Bersama Forkopimda Brebes dan Elemen Terkait Guna Peningkatan Pelayanan Pada Masyarakat 
Guna Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Brebes Gandeng Rumah Sakit Swasta
Kapolres Brebes Tegaskan Soliditas, Pengawasan Berjenjang, dan Peka Situasi Global
30 Jenis Barang Bukti Berhasil Dimusnahkan, Berdasarkan Keputusan Hukum Cukup dan Tetap (Inkracht)
Bupati Maesyal Pastikan Pembangunan Jalan Ceplak – Kronjo Sesuai Spesifikasi Pasca Groundbreaking 
Butuh Air Bersih? Polresta Tangerang Siap Terima Laporan Kekeringan dan Kebakaran Lahan
Wujudkan Pembinaan Yang Lebih Optimal, Rutan Batam Pindahkan 49 Warga Binaan Ke Lapas Batam

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Bersama PT ABC dan TP-PKK Kabupaten Brebes, Gelar Ajang Kreasi Memasak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Apel Bersama Forkopimda Brebes dan Elemen Terkait Guna Peningkatan Pelayanan Pada Masyarakat 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Kapolres Brebes Tegaskan Soliditas, Pengawasan Berjenjang, dan Peka Situasi Global

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:43 WIB

30 Jenis Barang Bukti Berhasil Dimusnahkan, Berdasarkan Keputusan Hukum Cukup dan Tetap (Inkracht)

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Bupati Maesyal Pastikan Pembangunan Jalan Ceplak – Kronjo Sesuai Spesifikasi Pasca Groundbreaking 

Berita Terbaru