Dinamikanews.net | Warga Bayur Rawa Bambu RT 04 RW 05, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, mengeluhkan minimnya infrastruktur lingkungan berupa drainase dan penerangan jalan umum (PJU) yang berdampak pada aktivitas dan kenyamanan warga, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, saluran drainase belum terbangun dengan baik. Kondisi ini menyebabkan air kerap menggenang saat hujan turun. Selain itu, minimnya penerangan jalan membuat lingkungan gelap saat malam hari.
Salah satu warga yang melintas mengungkapkan wilayahnya tertinggal dibanding desa lain, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dasar.
“Bayur Rawa Bambu ini sudah ketinggalan soal infrastruktur lingkungan. Drainase dan penerangan jalan masih sangat minim. Kalau hujan sedikit saja, air langsung menggenang karena tidak ada saluran,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan drainase dan penerangan jalan. Ini kebutuhan dasar agar lingkungan lebih aman dan nyaman, terutama saat malam hari,” lanjutnya.
Menurut warga, keberadaan drainase penting untuk mencegah genangan dan potensi banjir saat musim hujan. Sementara penerangan jalan dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan aktivitas warga di malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang mengenai rencana pembangunan infrastruktur di wilayah Bayur Rawa Bambu.
Red Kjk
















