Warga Desak Perbaikan Kondisi Gapura Perbatasan Brebes Demi Keamanan dan Keindahan 

Minggu, 12 April 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net – Gapura selamat datang Kabupaten Brebes di jalan Nasional pantura Losari perbatasan Kabupaten Cirebon, (Jawa Barat), dengan Kabupaten Brebes, (Jawa Tengah), kondisinya memprihatinkan.

Sejumlah tulisan pada gapura tersebut copot, sementara cat pada struktur gapura terlihat sudah kusam, ini berpengaruh pada keamanan dan keindahan.

Gapura itu selama ini menjadi ikon sekaligus etalase wajah Kabupaten Brebes. Namun, kondisi yang tak terawat dinilai mengurangi kesan pertama terhadap daerah.

Sulton, warga Desa Prapag Lor Losari Brebes, menyayangkan kerusakan gapura yang hingga kini belum diperbaiki. Ia mengaku sedih dan kecewa karena kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan tanpa adanya perbaikan.

Baca Juga :  Tanggapan Pemerintah Desa Bangsri RTLH, Diharapkan Bantuan Tepat Sasaran

Menurut dia, Bupati Paramitha melalui dinas terkait perlu segera melakukan renovasi agar gapura kembali bagus sebagai pintu masuk wilayah.

Ia mengatakan, selain sebagai penanda batas daerah, gapura tersebut juga menjadi daya tarik bagi pemudik, terutama saat libur Lebaran.

“Selain etalase dan ikon Kabupaten Brebes, gapura itu juga jadi primadona bagi pemudik saat libur Lebaran untuk berswa foto,” katanya, Minggu, (12/4/ 2026).

Baca Juga :  HUT RI, UMKM Tersaji Dalam Pesta Rakyat Jakarta

 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Brebes untuk segera melakukan perbaikan. Ia menilai renovasi gapura tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah.

“Kami sebagai warga Brebes berharap Bupati Paramitha dan pihak terkait segera merenovasi gapura tersebut sebab itu merupakan kewenangan Pemkab Brebes,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Brebes belum memberikan tanggapan terkait kondisi gapura tersebut maupun rencana perbaikannya.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun
Minim Drainase dan PJU, Warga Bayur Rawa Bambu Desak Pemkab Tangerang Segera Bertindak
Dinilai Berhasil, Jateng Jadi “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG dari Kemenko Pangan
Keseriusan Pemprov Jateng Atasi Sampah, Tiga Target Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari
Aceh tetapkan status siaga bencana hidrometeorologi hingga 20 April
Nasabah Asal Mandiraja Boyong Mobil Honda Brio di Gebyar Hadiah BKK Mandiraja 2026
Rupiah melemah seiring Trump ancam tutup Selat Hormuz
Sebanyak 51 Pejabat Resmi Dilantik Bupati Paramitha, Pesan Tegas: Hentikan Budaya Lambat, Birokrasi Lelet Kurang Profesional 

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 14:18 WIB

BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun

Selasa, 14 April 2026 - 14:06 WIB

Minim Drainase dan PJU, Warga Bayur Rawa Bambu Desak Pemkab Tangerang Segera Bertindak

Senin, 13 April 2026 - 21:29 WIB

Dinilai Berhasil, Jateng Jadi “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG dari Kemenko Pangan

Senin, 13 April 2026 - 21:07 WIB

Keseriusan Pemprov Jateng Atasi Sampah, Tiga Target Aglomerasi Siap Pangkas 3.000 Ton per Hari

Senin, 13 April 2026 - 13:39 WIB

Nasabah Asal Mandiraja Boyong Mobil Honda Brio di Gebyar Hadiah BKK Mandiraja 2026

Berita Terbaru