Dinamikanews.net – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan kementeriannya menyiapkan sekitar 400 unit pompa air untuk mendukung pompanisasi pertanian menghadapi potensi musim kemarau akibat fenomena Godzilla El Nino.
Dody mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan agar distribusi air bagi sawah dapat berjalan optimal selama periode kemarau berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
“Banyak, kemarin pompa (yang disiapkan) 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit tapi kita akan tambah terus,” kata Dody dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.
Dody menegaskan penyediaan pompa dilakukan dengan mempertimbangkan koordinasi bersama Kementerian Pertanian guna menghindari tumpang tindih program, sehingga intervensi pemerintah dapat berjalan efektif dan tepat sasaran di setiap daerah utamanya sentra produksi padi.
“Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping,” ujarnya.
Menurut dia, pembagian peran antar kementerian menjadi kunci agar masing-masing dapat fokus pada wilayah kerja yang berbeda tanpa terjadi duplikasi program dalam penyediaan sarana pompanisasi pertanian.
“Kita koordinasi terus, mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kita enggak akan kerjakan di situ. Kalau kita kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ,” jelas Dody.
Selain penyediaan pompa air, ia juga menekankan pentingnya pembangunan jaringan irigasi tersier guna memastikan air yang dialirkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh lahan pertanian yang membutuhkan.
“Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif, efisien untuk mengairi sawah,” ucapnya.
Dengan adanya jaringan irigasi yang memadai, tambah Dody, distribusi air diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian terutama di wilayah yang bergantung pada curah hujan.
“Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimum bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali alhamdulillah gitu,” kata Dody.















