Rupiah melemah ke Rp17 ribu, BI maksimalkan instrumen operasi moneter

Selasa, 7 April 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net – Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki serta kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar, merespons pelemahan nilai tukar yang menembus Rp17.000 per dolar AS.

“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas bagi Bank Indonesia,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/4).

Lebih lanjut, Destry mengatakan bahwa BI secara konsisten dan terukur selalu berada di pasar uang, baik di pasar spotDomestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.

Ia pun menegaskan dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah. Kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian, sehingga mampu mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut.

Baca Juga :  BRI Kanca Tangerang Merdeka Lakukan Monitoring Agen BRILink untuk Percepatan Target Transaksi

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Selasa melemah 70 poin atau 0,41 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.

Sementara Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.092 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.037 per dolar AS.

Dalam menghadapi ketidakpastian global akibat perang Timur Tengah, sebelumnya BI juga menyatakan untuk melakukan kalibrasi instrumen intervensi rupiah dengan menyesuaikan respons terhadap tiga skenario dampak perang yaitu jika harga minyak dunia tidak terlalu tinggi, menengah dan tinggi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan upaya tersebut juga diperkuat dengan menjaga cadangan devisa dan respons kebijakan suku bunga.

“Kami terus mengoptimalkan di moneter tiga instrumen intervensi dengan kecukupan cadangan devisa dan diperkuat dengan kebijakan suku bunga,” kata Perry dalam konferensi pers hasil RDG BI secara daring di Jakarta, Selasa (17/3).

Baca Juga :  Pemerintah menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari libur bersama

Bank sentral memandang bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat sehingga dapat memitigasi dampak perang Timur Tengah.

Berbagai upaya untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran juga diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data terakhir, Neraca Perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan surplus pada Januari 2026 sebesar 0,95 miliar dolar AS.

Sementara posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tetap terjaga sebesar 151,9 miliar dolar AS.

Jumlah ini setara pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Berita Terkait

Kemenko Pangan Ajak Sukseskan Pilah Sampah Antisipasi Kebakaran TPA
Indonesia dan India sepakati restorasi Candi Prambanan
Zulhas Ungkap Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun hingga Gunung dan Pesisir
Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban
Bermain Rakit, 2 Remaja Hilang Terbawa Arus Sungai di Pringsewu
Wabup Intan Tinjau Penanganan Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin
Pengurus DPC GMNI Tangerang Periode 2026- 2028 Resmi Dilantik
Tim Gabungan Evakuasi 150 Penumpang kapal Rusak Dari Perairan Pulau Pari

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:50 WIB

Kemenko Pangan Ajak Sukseskan Pilah Sampah Antisipasi Kebakaran TPA

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:57 WIB

Indonesia dan India sepakati restorasi Candi Prambanan

Senin, 6 Juli 2026 - 23:51 WIB

Zulhas Ungkap Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun hingga Gunung dan Pesisir

Senin, 6 Juli 2026 - 22:57 WIB

Operasi Berantas Jaya 2026: Polsek Curug Kembalikan Dua Motor Hasil Ungkap Kasus Curat kepada Korban

Senin, 6 Juli 2026 - 13:39 WIB

Bermain Rakit, 2 Remaja Hilang Terbawa Arus Sungai di Pringsewu

Berita Terbaru

Berita

Indonesia dan India sepakati restorasi Candi Prambanan

Selasa, 7 Jul 2026 - 15:57 WIB