Para Dokter Spesialis Mata Tidak Hanya Berfokus Pada Pengobatan, Tetapi Juga Beri Edukasi Dini Kepada Pasien 

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Kesehatan mata adalah salah satu investasi jangka panjang terpenting, namun sering kali terabaikan hingga muncul gangguan serius. Menyadari hal tersebut, RSUD Brebes hadir sebagai mitra kesehatan masyarakat terpercaya dengan menghadirkan layanan Klinik Mata yang didukung oleh dokter spesialis mata profesional dan teknologi medis modern.

Sebagai pusat layanan kesehatan di Kabupaten Brebes, RSUD berkomitmen untuk memastikan berbagai keluhan mata—mulai dari infeksi ringan hingga penyakit degeneratif seperti katarak—dapat dicegah dan ditangani secara optimal.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi. M.Kes, dalam keterangan persnya kepada awak media Dinamikanews.net pada, Jumat 06/03/2026. Menurutnya, ketersediaan layanan dokter spesialis mata di rumah sakit ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya.

Kesehatan mata merupakan bagian penting dari kualitas hidup seseorang. Sayangnya, banyak orang baru mencari bantuan medis ketika masalah sudah muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal, banyak gangguan mata bisa dicegah dan ditangani lebih dini melalui pemeriksaan rutin oleh tenaga professional,” ujar Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi.

Ia mengatakan, bahwa berbagai jenis gangguan mata dapat menyerang siapa saja, mulai dari kondisi yang umum seperti mata minus, iritasi akibat paparan faktor lingkungan atau layar elektronik, infeksi pada bagian mata, hingga penyakit yang lebih kompleks seperti katarak dan berbagai gangguan pengelihatan lainya.

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan Arus Balik Lebaran, Kapolri Lepas Flag Off One Way Nasional di Gerbang Tol Kalikangkung

Dengan adanya layanan spesialis mata yang terpercaya di RSUD Brebes, masyarakat tidak perlu lagi harus pergi jauh untuk mendapatkan perawatan kesehatan mata yang berkualitas.

Lebih lanjut Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi, M.Kes menambahkan, Poliklinik Mata RSUD Brebes diperkuat oleh tim dokter spesialis mata (Sp.M) yang profesional, berpengalaman dan berdedikasi. Layanan ini ditangani oleh dr. Wowo Nawaksari, Sp.M, dr. M. Arief Munandar, Sp.M, MH, serta dr. Anggun Dewi Rengginasti, Sp.M.

Dengan jadwal praktik sebagai berikut, dr. Wowo Nawaksari, Sp.M praktik pada hari Senin pukul 08.00-13.59 WIB dan hari Rabu pukul 08.00-11.00 WIB. dr. M. Arif Munandar, Sp.M praktik pada hari Selasa pukul 08.00-14.00 WIB, Kamis pukul 08.00-14.00 WIB dan Jumat pukul 08.00-11.00 WIB.

Serta dr. Anggun Dewi Rengginasti, Sp.M, praktik pada hari Selasa dan Kamis pukul 14.00-16.00 WIB dan hari Sabtu pukul 08.00-13.00 WIB. Perlu diketahui juga jadwal dokter sewaktu-waktu dapat berubah dengan mengikuti status pada Instagram, Facebook atau saluran WhatsApp RSUD Brebes,”tandasnya.

Baca Juga :  Kementerian Investasi dan Hilirisasi Siapkan Strategi untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Para spesialis ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi dini kepada pasien untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pelayanan dilakukan dengan ramah, memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang membutuhkan penanganan khusus.

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan RSUD Brebes adalah layanan operasi katarak modern dengan teknik Phacoemulsification (PACHO). Metode ini merupakan standar emas operasi katarak masa kini, yang menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan teknik konvensional,”jelasnya.

Menurutnya, Teknik Phacoemulsification dianggap standar emas operasi katarak modern karena sayatan kecil, pemulihan cepat, komplikasi lebih rendah, dan hasil visual yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Namun Teknik konvensional seperti Extracapsular Cataract Extraction atau Small Incision Cataract Surgery (SICS) masih digunakan pada kondisi tertentu, misalnya ketika katarak sudah sangat keras atau matur sehingga sulit dihancurkan dengan Phacoemulsification, ketika fasilitas atau alat phaco tidak tersedia di suatu layanan kesehatan, atau karena pertimbangan biaya serta kondisi mata tertentu yang membuat teknik konvensional lebih aman atau lebih sesuai bagi pasien,”Pungkasnya.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia
Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.
Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern
DPP GANN Dukung Penuh Usulan Kepala BNN Dalam Pelaranggan VAPE Dengan Diperketatnya Dalam RUU Narkotika
Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu, Pramono Anung Siapkan Pasukan Khusus
Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex naik per 18 April

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:16 WIB

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 16:29 WIB

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum

Selasa, 21 April 2026 - 14:40 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia

Senin, 20 April 2026 - 18:48 WIB

Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.

Minggu, 19 April 2026 - 16:50 WIB

Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern

Berita Terbaru