Kronologi Penangkapan Presiden Venezuela oleh Pasukan Elite AS

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(CARACAS – NEW YORK) – Dunia internasional dikejutkan dengan operasi militer kilat Amerika Serikat yang berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Operasi yang diberi sandi “Absolute Resolve” ini melibatkan pasukan khusus Delta Force dan serangan udara di ibu kota Caracas.

Detik-Detik Penangkapan Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap langsung dari kamar tidur mereka di Istana Kepresidenan. “Saya menyaksikannya langsung dari ruang taktis. Kecepatan dan kekerasannya sungguh luar biasa,” ujar Trump dalam keterangannya di Mar-a-Lago (4/1).

Baca Juga :  DPD RI Usulkan Pembenahan Mekanisme Pilkada Imbas Tingginya Money Politic Dan Rendahnya Partisipasi Pemilih

Setelah ditangkap, Maduro langsung diterbangkan menggunakan helikopter menuju kapal induk USS Iwo Jima sebelum akhirnya mendarat di New York pada Sabtu malam untuk menghadapi persidangan.

Alasan Mengapa Nicolas Maduro Ditangkap AS

Departemen Kehakiman AS melalui Jaksa Agung Pam Bondi telah menyiapkan empat dakwaan berat terhadap Maduro, di antaranya:

  1. Konspirasi Narco-terrorism: Tuduhan memimpin Cartel de los Soles untuk mengirim ribuan ton kokain ke AS.

  2. Impor Narkotika: Membanjiri wilayah AS dengan narkoba sebagai senjata politik.

  3. Kepemilikan Senjata Otomatis: Menggunakan perangkat destruktif untuk melindungi perdagangan narkoba.

  4. Manipulasi Pemilu: AS tidak mengakui legitimasi Maduro sejak pemilu 2024 yang dianggap curang.

Baca Juga :  Naragigs 2025 Hadirkan DEWA 19, Siap Mengguncang Di Stadion Karangbirahi Brebes

Reaksi Dunia: Venezuela Darurat Nasional

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengecam tindakan ini sebagai “agresi kolonial” dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan negara. Pemerintah Venezuela langsung mengumumkan keadaan darurat nasional dan menuntut bukti keberadaan Presiden mereka.

Sementara itu, Rusia dan China mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. Di Indonesia, pemerintah mendorong solusi damai dan meminta semua pihak menahan diri guna menghindari eskalasi perang lebih lanjut.


Berita Terkait

Basarnas Kerahkan 11 Kapal Cari Jurnalis Hilang Di Anak Krakatau
Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA
FESTIVAL BAWANG MERAH BREBES: PESTA RAKYAT PROMOSI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH
Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang Sarankan Bapenda Belajar pada BPN Soal Pengolahan Data 
DPRD DKI Usul Pelajar Jadi Penerima Kartu Layanan Gratis Transjakarta
Pasangan Kekasih Yang Membuang Bayi di Tamansari Ditangkap Polisi
Festival Bawang Merah, Momentum Strategis Untuk Mendorong Pertanian yang Modern
Pemkab Tangerang Luncurkan Beasiswa Madrasah Gemilang, Bupati Maesyal Minta Guru Tingkatkan Mutu Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:56 WIB

Basarnas Kerahkan 11 Kapal Cari Jurnalis Hilang Di Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 - 17:59 WIB

Perkuat Tata Kelola Investasi, Pemerintah Integrasikan Perizinan TKA

Kamis, 10 September 2026 - 08:03 WIB

FESTIVAL BAWANG MERAH BREBES: PESTA RAKYAT PROMOSI KOMODITAS UNGGULAN DAERAH

Kamis, 10 September 2026 - 01:59 WIB

Komisi 1 DPRD Kabupaten Tangerang Sarankan Bapenda Belajar pada BPN Soal Pengolahan Data 

Rabu, 9 September 2026 - 20:52 WIB

DPRD DKI Usul Pelajar Jadi Penerima Kartu Layanan Gratis Transjakarta

Berita Terbaru