Polemik SMPN 1 Bumiayu Brebes Berlanjut, Ruang Kasek Disegel – Komite Usulkan Guru Penggerak Demo Dimutasi

Jumat, 14 November 2025 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, dinamikanews.net – Polemik internal di SMPN 1 Bumiayu Brebes, berlanjut. Pasca demo Jumat pekan lalu, ruang kasek disegel, sementara komite sekolah keluarkan surat rekomendasi agar guru penggerak demo dimutasi.

Sejak aksi demo Jumat pekan kemarin, aksi penolakan atas diangkatnya Ina Purnamasari sebagai Plt kepala sekolah masuk babak baru. Aksi demo reda, penolakan dilanjut dengan penyegelan ruang kepala sekolah.

Tindakan ini pun menimbulkan reaksi keras dari Komite SMPN 1 Bumiayu. Anggota komite ini mensinyalir, aksi siswa digerakan oleh sejumlah guru. Sehingga komite pun mengeluarkan surat pernyataan sikap terkait kekisruhan di sekolah. Surat tertanggal 11 November 2025 nomor: 001/Komite Sekolah/XI/2025 ditujukan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Brebes dan berisi usulah agar guru guru yang menjadi penggerak aksi demo segera dimutasi.

Adapun guru yang diusulkan untuk dimutasi dari SMPN 1 Bumiayu adalah
1. Adi Waluyo ( Waka kesiswaan)
2. Dian Yuda Prawira ( Waka kurikulum)
3. Reno Trisna Dewi ( Guru BK)
4. Saeful Bahri ( Guru IPS)

Ketua Komite SMPN 1 Bumiayu, Imam Santoso membenarkan telah menandatangani surat pernyataan sikap dan usulan mutasi terhadap 5 guru tersebut. Surat tersebut diterbitkan sebagai bentuk keprihatinan pihak komite terhadap situasi sekolah saat ini.

Baca Juga :  Dodol Tenjo: Manisnya Warisan Rasa dari Perbatasan Bogor-Tangerang

Menurut Imam Santoso, polemik di SMPN 1 Bumiayu telah mengganggu kenyamanan siswa selama kegiatan belajar. Dalam polemik itu, Imam mensinyalir ada pihak guru yang menjadi penggerak aksi demo. Sehingga komite mengusulkan untuk dimutasi.

“Jelas aksi kemarin ada yang menggerakkan dari beberapa guru, saya sudah investigasi dan punya bukti. Maka itu, demi kenyamanan siswa, komite berinisiatif mengusulkan lima guru yang terindikasi penggerak demo,” ungkap Imam, Jumat (14/11/2025).

Dalam polemik ini, lanjut Imam, telah merusak nama baik sekolah. Ini berawal dari pengangkatan Ina Purnamasari sebagai Plt Kepala SMPN 1 Bumiayu.

Pada Jumat pekan lalu, siswa berdemo di halaman sekolah dan dilanjutkan aksi penyegelan ruang kasek. Baru pada hari Kamis kemarin, terus dia, segel ruang kasek sudah dibuka.

“Guru tugasnya mendidik, bukan mengajari demo. Besoknya ruang kasek disegel sampai Kamis kemarin. Aksi aksi ini justru merusak nama sekolah. Kalau ada guru yang menolak kembalinya Bu Ina, silakan ajukan keberatan ke dinas. Jangan menggerakan siswa demo,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Ina Purnamasari mengaku belum menempati ruang kerjanya. Dia berharap pihak dinas turun untuk menangani polemik ini.

Baca Juga :  Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat Periode 2025-2030

“Belum masuk ruangan (kasek), nunggu perintah. Kamis baru dibuka segelnya,” singkat Ina.

Tudingan provokator penggerak demo terhadap 5 guru dibantah Adi Waluyo, Wakasek Kesiswaan. Dalam polemik ini, Adi adalah salah satu dari lima guru yang diusulkan untuk dimutasi.

“Itu tuduhan yang belum ada kejelasan benar apa tidaknya. Saya masuk dalam guru yang diusulkan pindah, saya tidak merasa sebagai provokator. Aksi itu terjadi secara alamiah,” kilah Adi.

Dalam aksi demo pekan lalu, Adi tegas mengatakan tidak ada guru yang terlibat. Dia juga menyayangkan pihak komite yang tidak pernah melakukan klarifikasi dalam membuat tuduhan.

“Harusnya komite klarifikasi soal tuduhan itu. Yang jelas tidak ada guru yang terlibat,” tambah Adi.

Terkait masalah yang terjadi di SMPN 1 Bumiayu, Siwi Sitoresmi, Kabid PPTK (Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes menegaskan sudah mengetahui surat pernyataan sikap dan usulan mutasi dari pihak komite.

“Sudah tahu soal surat itu, nanti kami akan koordinasi dulu,” jawab dia singkat.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Pencanangan Aturan Baru Saat Upacara Bendera, Ikrar Pelajar Dan Lagu Rukun Sama Teman Wajib Dibacakan
Pentingnya Meningkatkan Iman Dan Takwa Di Kalangan Pelajar, Seiring Peringatan Isra’ Mi’raj Dan Tasyakuran Revitalisasi Sekolah
Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV
MU Vs Brighton: Kalah 1-2, The Red Devils Tersingkir dari Piala FA
Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari
Kurangnya Pengawasan: Diduga Penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Didunia Pendidikan 
Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Resmikan Halte Bus Sekolah Gratis
Dugaan Bisnis Seragam Terselubung di SMPN Se-Kabupaten Tangerang, GMPK Banten Desak Penindakan Tegas

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 15:56 WIB

Pentingnya Meningkatkan Iman Dan Takwa Di Kalangan Pelajar, Seiring Peringatan Isra’ Mi’raj Dan Tasyakuran Revitalisasi Sekolah

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:43 WIB

Bertanding di Kandang Sendiri, Pesilat UNEJ Tunjukkan Mental Juara di Kejurnas IV

Senin, 12 Januari 2026 - 07:39 WIB

MU Vs Brighton: Kalah 1-2, The Red Devils Tersingkir dari Piala FA

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:52 WIB

Bisnis Seragam Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Tangerang Raup 7,5 Miliar, Dilaporkan ke Kejari

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:18 WIB

Kurangnya Pengawasan: Diduga Penyalahgunaan Program Indonesia Pintar (PIP) Didunia Pendidikan 

Berita Terbaru

Bisnis

Catatan Indonesia dari WEF Davos 2026

Selasa, 27 Jan 2026 - 22:04 WIB