Badan Gizi Nasional Bertanggung Jawab, Ada Kejadian Luar Biasa Pada Siswa

Senin, 15 September 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Beredar kebijakan salah satu Madrasah di Kabupaten Brebes yang menerbitkan adanya surat  angket program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya ditarik kembali. ‎Penarikan itu didasari dari hasil diskusi yang diketahui ternyata terjadi miskomunikasi.

‎Jenab Yuniarti, Bagian Humas  Madrasah dimaksud menjelaskan, diterbitkannya angket itu didasari adanya murid yang alergi, dan juga adanya miskomunikasi.

‎”Mengeluarkan angket  adalah karena di lapangan ditemukan anak-anak kami ada beberapa yang alergi terhadap makanan. Diantaranya adalah telor,” ujar Jenab Yuniarti, usai diskusi dengan tim MBG Brebes di kantornya, Senin (15/9/2025).

Kemudian, lanjut Jenab, ada anak diketahui dari kecil tidak makan nasi. Namun, respon dari wali murid sangat bagus sekali.

“Karena adanya angket tersebut bisa memberitahukan bahwasanya anaknya ada kendala dari makanan,” katanya.

‎Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Brebes, Arya menegaskan, bahwa surat yang beredar bukan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

‎”Surat yang beredar adalah surat angket, Itu adalah bukan dari BGN,” kata Arya.
‎Meski demikian, dirinya menilai maksud dari sekolah tersebut adalah baik.

Baca Juga :  PT Jasamarga Transjawa Tol Group Selenggarakan Temu Pelanggan Wilayah Jawa Timur

“Sebenarnya maksudnya baik karena mungkin ada anak-anak yang alergi atau mungkin ada masalah kesehatan lain,” ujar Arya.

Arya mengatakan, dari ini nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan SPPG-nya (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk memperhatikan hal itu.

‎”Yang menjadi polemik ketika ada Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi Badan Gizi Nasional (BGN) juga tidak lepas tangan ketika ada KLB dan tetap bertanggung jawab,” katanya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Brebes sendiri seperti diterangkan, terdapat 40 dapur yang sudah operasional.

Alhasil, selama ini berjalan aman kondusif karena sesuai Standard Operating Procedure atau Prosedur (SOP).

Hal itu dikarenakan adanya operasi standar yang mengatur seluruh aspek operasional dapur, mulai dari kebersihan personel, penyiapan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan bergizi untuk siswa.

Dengan tujuan utama memastikan keamanan pangan, efisiensi, dan kualitas gizi makanan yang disajikan.

‎”Kita bekerja sama dengan dinas kesehatan, terutama dalam pengadaan pangan. Jadi sebelum kita mendistribusikan makanan ke sekolah, kita memilih bahan-bahan terbaik,” jelasnya.

Baca Juga :  Kegiatan Ngobrol Bareng Pemuda Gereja Dan Kapolres

Kemudian, lanjut dia, diolah dengan keamanan pangan yang baik juga dengan SDM yang sudah bersertifikasi. Setelah itu pengiriman  juga sudah melalui uji organik.

“Ketika makanan itu dianggap tidak layak, SPPG harus menarik kembali dan menggantikan dengan SOP seperti itu diharapkan di Kabupaten Brebes tidak terjadi KLB, dan Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada terjadi,” pungkasnya.

‎Terpisah, Kementerian Agama (Kemenag) Brebes melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Mad Sholeh. Sehari sebelumnya pihaknya langsung memerintahkan untuk menarik surat angket itu kembali

‎”Begitu saya tahu, langsung saya instruksikan untuk ditarik,” terangnya dihubungi melalui WhatsApp, Senin (15/9/2025.)

‎Menurut Mad Sholeh, tujuan awal surat itu dibikin adalah untuk mendata siswa yang alergi pada makanan tertentu. Sehingga pihak Madrasah mengeluarkan kebijakan itu. (Dasuki Miranoor)

Berita Terkait

Waduh, Bupati Tangerang Kunjungi Cluster Elite Padahal Dampak Banjir Lumpur Parah Di Binong
Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
TTKKBI DPW II, Gelar Halal Bihalal dan Milad Ke-1 Tahun ‎
Monitoring Langsung Ibadah Paskah, Bupati Tangerang Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi di Kabupaten Tangerang
671 hektare sawah di Kabupaten Demak terdampak banjir
Penanganan Darurat Ambruknya Jembatan Kalibuntu Desa Cilibur, Bupati Instruksikan Dibangun Jembatan Semi Permanen
Selamat Jalan Bunda Eius Srikandi DPP GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional): Jasamu Takkan Pernah Kami Lupakan Dan Perjuanganmu Akan Terus Kami Lanjutkan Demi Masa Depan Anak Bangsa
BNPB: Jumlah pengungsi banjir Demak jadi 2.839 jiwa

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 21:17 WIB

Waduh, Bupati Tangerang Kunjungi Cluster Elite Padahal Dampak Banjir Lumpur Parah Di Binong

Senin, 6 April 2026 - 13:42 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

Senin, 6 April 2026 - 01:22 WIB

TTKKBI DPW II, Gelar Halal Bihalal dan Milad Ke-1 Tahun ‎

Minggu, 5 April 2026 - 16:27 WIB

Monitoring Langsung Ibadah Paskah, Bupati Tangerang Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi di Kabupaten Tangerang

Minggu, 5 April 2026 - 15:15 WIB

671 hektare sawah di Kabupaten Demak terdampak banjir

Berita Terbaru