TANGERANG | Aktivis Tangerang, Ade Putra mengajak semua kalangan untuk menjadikan Lomba Kanvas Gemilang 2026 sebagai ajang inovasi daerah. Baik terkait pelayanan publik maupun inovasi yang menyentuh langsung masyarakat.
Ade Putra menilai, Lomba Kanvas Gemilang berfungsi sebagai ruang untuk menguji dan mengasah ide-ide baru dari perangkat daerah hingga komunitas masyarakat sipil. Tentu yang sudah berjalan, bukan sekadar wacana.
Lomba kreativitas dan inovasi merupakan salah satu kompas arah pembangunan. Dari sini kita tahu inovasi mana yang paling dibutuhkan warga, mulai dari kesehatan, pendidikan, usaha, tekhnologi, sampai perizinan.
Inovasi dari mahasiswa Universitas Insan Pembangunan patut menjadi contoh. Karyanya yang berkaitan dengan Sistem Cerdas Berbasis AI untuk Deteksi Dini Penyakit Tanaman Tomat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kreativitasnya bukan hanya baik, tapi berguna bagi masyarakat kabupaten Tangerang.
“Kalau tidak ada Kanvas Gemilang, inovasi bagus seperti ini bisa saja tenggelam. Tidak bisa dikembangkan untuk kesejahteraan orang banyak,” ujar pria lulusan Universitas Cendekia Abditama.
Lebih lanjut, Ade Putra menyoroti manfaat selanjutnya. Kata dia, kreativitas dapat menumbuhkan budaya inovasi, baik bagi ASN, petani, pendidik, pelajar, maupun mahasiswa.
“Selama ini banyak ASN dan komunitas punya ide tapi bingung menyalurkannya. Kanvas ini memberi panggung. Efeknya, birokrasi jadi tidak kaku. Transparansi, kolaborasi, dan keberlanjutan jadi lebih terjaga,” masih kata Ade pada Rabu, (26/08).
Menurutnya, inovasi yang menang wajib diimplementasikan dan dipantau dampaknya agar tidak berhenti di atas kertas. Ini pekerjaan rumah bersama. Agar inovasi itu tidak berhenti di panggung seremonial.
Ade juga mejelaskan, Kanvas Gemilang bisa menjadi salah satu instrumen peningkatan daya saing daerah. Mantan presiden mahasiswa ini menilai, melalui ajang ini Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan langkah terbaik melalui serangkaian terobosan berbasis inovasi.
Kita ingin mereka yang kreatif dan inovatif mendapat apresiasi melalui kanal yang diberikan pemerintah daerah. Inovatornya bisa dari masyarakat, dari mahasiswa, atau dari pelajar.















