Prabowo: Keberhasilan B50 Berkat Estafet Kebijakan Lintas Presiden

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Dinamikanews.net – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya memperkuat ketahanan energi nasional merupakan hasil kerja bersama yang telah dibangun secara berkelanjutan oleh pemerintahan sebelumnya.

Presiden Prabowo menyebut gagasan tersebut telah dicanangkan sejak 2008 pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian dilanjutkan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan kini diteruskan pada pemerintahannya hingga berhasil mencapai mandatori B50.

“Bayangkan dari 2008 ya, itu pemerintah SBY. Dilanjutkan selama pemerintah Jokowi. Di ujungnya saya teruskan. Ibarat ini adalah estafet,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Baca Juga :  Brilian Sportartcular Bersama Pimpinan Cabang BRI se-Banten Barat, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

Presiden Prabowo mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari kementerian, lembaga, hingga para pemangku kepentingan di sektor energi dan kelapa sawit.

“Kita saling bekerja sama, teamwork. Menteri ini punya jasa, itu punya jasa. Kita tidak mungkin mencapai B50 tanpa dukungan banyak pihak,” ujar Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa program pengembangan biodiesel bukan kebijakan yang lahir dalam satu periode pemerintahan.

Menurut dia, kesinambungan kebijakan menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional. Ia menilai sebuah program strategis tidak akan mencapai hasil apabila tidak diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.

Baca Juga :  Presiden Resmikan 1.061 KDKMP di Jateng–Jatim, Banjarnegara Siapkan 78 Titik Operasional

Karena itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menghargai kontribusi para pemimpin terdahulu dan tidak saling mencela maupun menyebarkan fitnah.

Dia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan, namun pemerintah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan yang dinilai terbaik bagi kepentingan bangsa.

“Ada yang memilih jalan yang jahat, ada yang memilih jalan yang baik. Kita berada di jalan yang lurus, di atas jalan yang benar,” ujarnya.

Berita Terkait

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin
Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup
BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang
Tinjau Rekonstruksi Jalan Cangkudu–Cisoka, Bupati Tangerang Targetkan 1,38 Kilometer Rampung Akhir 2026
Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla
Desa Randusanga Kulon, Permata Pesisir Brebes, Sentra Rumput Laut Terbesar Jawa Tengah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:45 WIB

BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah, Jadi 100 Orang

Berita Terbaru

Nasional

Perkuat Dukungan DPD RI, Setjen Benahi Kelembagaan

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:05 WIB