“Untuk sementara para murid terpaksa belajar di tenda darurat, karena sebagian besar gedung sekolah mereka sudah rusak akibat terjangan banjir bandang akhir tahun lalu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Teuku Putra Azmisyah Selasa (9/6/2026)

Ia mengatakan selama ini para murid terpaksa belajar di tenda darurat, karena mereka tidak memiliki pilihan lain untuk bisa belajar, akibat sekolah yang ada sama sekali tidak bisa digunakan.

Baca Juga :  Jakarta X Beauty 2024 Menghadirkan 400 Lebih Brand Lokal Dan Internasional Di JCC Senayan

Meski harus belajar dalam tenda darurat, kata dia, para siswa tetap nyaman mengikuti proses kegiatan belajar termasuk mengikuti ujian, yang sudah tuntas dilaksanakan pada Senin (8/6) lalu.

 

Teuku Putra Azmisyah mengatakan selama ini para siswa di lokasi bencana turut diajarkan oleh para guru yang selama ini berdomisili di desa setempat atau berada tidak jauh dari lokasi sekolah, sehingga tidak mengalami kendala berarti dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Terima Delegasi BEM FISIP Unair, Abdul Kholik Paparkan Peran DPD RI Sebagai Wakil Daerah

Sebagai solusi jangka panjang Disdik Kabupaten Aceh Barat juga telah melaporkan kerusakan gedung sekolah tersebut ke dalam sistem pelaporan dampak bencana dan diharapkan bangunan sekolah di daerah tersebut dapat dibangun dalam tahun ini.

“Informasi yang kami peroleh, SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, yang rusak ini akan dibangun tahun ini oleh pemerintah pusat. Kita doakan saja semoga semuanya berjalan lancar,” kata Teuku Putra Azmisyah.