PSTTP Minta Pemerintah Bentuk Satgas Pengawas Pelabuhan Tanjung Priok

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Sopir Trailer Tanjung Priok (PSTTP) meminta pemerintah bersama pemangku kepentingan membentuk satgas pengawas untuk menangani pungli, kriminalitas jalanan, kemacetan, serta meningkatkan kesejahteraan sopir trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Perkumpulan Sopir Trailer Tanjung Priok (PSTTP) meminta pemerintah bersama pemangku kepentingan membentuk satgas pengawas untuk menangani pungli, kriminalitas jalanan, kemacetan, serta meningkatkan kesejahteraan sopir trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

JAKARTA, Dinamikanews.net – 14 Mei 2026 Perkumpulan Sopir Trailer Tanjung Priok (PSTTP) kembali menyoroti persoalan yang masih dihadapi para sopir trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Organisasi tersebut meminta pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan membentuk tim pengawas terpadu guna menangani pungli, kemacetan, kriminalitas, serta meningkatkan kesejahteraan sopir trailer.

Ketua PSTTP, Agung, menyampaikan langsung hal tersebut saat berada di Sekretariat PSTTP, Jakarta Utara, Kamis (14/5/2026). Menurutnya, berbagai persoalan di kawasan pelabuhan terus berulang sejak PSTTP berdiri pada 2018.

PSTTP Soroti Pungli dan Kriminalitas

Agung menjelaskan para sopir trailer masih menghadapi banyak kendala saat bekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Selain menghadapi kemacetan panjang, para pengemudi juga sering menemukan pungutan liar hingga aksi kriminalitas seperti bajing loncat.

Baca Juga :  Ketua Forum Jurnalis Binong Geram lihat Pekerjaan Galian Pipa Air Bersih

Ia menilai kondisi tersebut membuat para sopir merasa tidak aman ketika menjalankan aktivitas distribusi logistik menuju pelabuhan.

“Persoalan ini dari tahun ke tahun hanya seperti pemadam kebakaran. Saat ramai dibahas publik, masalah hilang sementara. Namun beberapa waktu kemudian muncul lagi,” ujar Agung.

PSTTP juga mengaku sudah beberapa kali melakukan audiensi dengan pihak terminal, Pelindo, dan Otoritas Pelabuhan sejak 2021. Namun, solusi yang ada dinilai belum berjalan maksimal.

Karena itu, PSTTP meminta pembentukan satgas kolaboratif yang melibatkan Pelindo, kepolisian, Otoritas Pelabuhan, pengelola terminal, dan komunitas sopir trailer.

Kesejahteraan Sopir Trailer Jadi Perhatian

Selain membahas kriminalitas, PSTTP juga menyoroti kesejahteraan sopir trailer. Agung mengatakan sebagian sopir bekerja hingga 24 jam tanpa perlindungan kerja yang memadai.

Baca Juga :  Memanfaatkan Potensi Lokal, Mendes Yandri Ajak Untuk Kembangkan Desa Wisata

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kelelahan dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

“Teman-teman sopir butuh tempat istirahat layak, kantin, dan fasilitas ibadah di terminal,” kata Agung.

Sementara itu, Gito selaku perwakilan sopir trailer meminta pemerintah mengatur jam kerja sopir seperti sektor pekerjaan lainnya.

“Kami bekerja sampai 24 jam tanpa batas waktu yang jelas. Kami berharap pemerintah memperhatikan kesejahteraan sopir dan keluarga sopir,” ungkap Gito.

PSTTP berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan sopir trailer di Indonesia.

Informasi transportasi dan keselamatan lalu lintas dapat dipantau melalui
NTMC Polri
dan
Pelindo Indonesia.


📍 Lokasi: Tanjung Priok, Jakarta Utara
📅 Tanggal: 14 Mei 2026
📸 Dokumentasi: Aktivitas truk trailer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

Berita Terkait

Chery Q siap debut perdana di Indonesia
Epson Pano Awards 2026 Resmi Dibuka
Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern
Prestasi Gemilang PT BPR Bank Brebes Melampaui Laba Hingga 130 Persen, Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat
Borok Lama Akhirnya Terkuak, Keuntungan Milyaran PDAM Tirta Baribis Lenyap Ditelan Bumi 
GAIKINDO Gelar GIICOMVEC 2026, Dorong Inovasi Kendaraan Komersial
Rupiah melemah seiring Trump ancam tutup Selat Hormuz
Harga cabai rawit merah Rp83.100/kg, telur ayam Rp32.550/kg

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:16 WIB

PSTTP Minta Pemerintah Bentuk Satgas Pengawas Pelabuhan Tanjung Priok

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:29 WIB

Chery Q siap debut perdana di Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:46 WIB

Epson Pano Awards 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 19 April 2026 - 16:50 WIB

Papua Bersiap Sambut Kereta Api dan Konektivitas Modern

Kamis, 16 April 2026 - 08:41 WIB

Prestasi Gemilang PT BPR Bank Brebes Melampaui Laba Hingga 130 Persen, Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat

Berita Terbaru