Borok Lama Akhirnya Terkuak, Keuntungan Milyaran PDAM Tirta Baribis Lenyap Ditelan Bumi 

Kamis, 16 April 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Kondisi buruk Perumda Air Minum Tirta Baribis menjadi bukti nyata beratnya warisan yang ditinggalkan masa lalu. Perusahaan daerah yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), justru menyisakan catatan kelam berupa tunggakan dividen yang nilainya fantastis.

Kondisi ini tentu menjadi “pil pahit” yang harus ditelan dan ditangani secara serius oleh kepemimpinan saat ini. Bukan hanya mengejar kinerja baru, manajemen kini juga harus berjuang keras menuntaskan masalah yang sudah mengendur sejak lama.

Masalah tunggakan dividen ini kembali menjadi sorotan tajam bagi semua kalangan masyarakat Brebes, terutama media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Berdasarkan data, selama periode 2014 hingga 2022, tercatat kewajiban yang belum disetorkan ke kas daerah mencapai Rp18,9 miliar, fantastis..!!

Kepala Bagian Perekonomian Setda Brebes, Wachid Hasim, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (14/04/2026) dan ini terkesan konyol.

“Untuk periode 2014–2022 itu sebenarnya wajib menyetor dividen, tetapi baru dibayarkan dua kali, masing-masing Rp3 miliar pada 2024 dan 2025,” ujar Wachid.

Baca Juga :  Imbas Banjir Akibat Curah Hujan Deras, Lalulintas Jalan Larangan - Ketanggungan Tersendat

Artinya, dari total hutang tersebut, baru terselesaikan sebesar Rp6 miliar. Masih tersisa tunggakan besar sebesar Rp12,9 miliar yang harus dilunasi dengan skema pencicilan tahunan. Pertanyaannya lalu dikemanakan uang tersebut karena itu sifatnya keuntungan bukan kerugian.

“Sesuai ketentuan, seluruh tunggakan tersebut wajib dilunasi bertahap menggunakan sistem cash in cash out. Sementara untuk dividen tahun buku 2025 saat ini masih dalam proses penyelesaian,” tambahnya.

Di tengah upaya penyelesaian tunggakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes tetap menunjukkan dukungan besar dengan mengucurkan tambahan penyertaan modal.

Dana Tunai: Sebesar Rp15 miliar yang disalurkan bertahap selama 5 tahun (2024-2028) atau Rp 3 miliar per tahun. Aset Tanah: Dihibahkan aset senilai Rp11,22 miliar pada tahun 2024. Secara total, alokasi tambahan modal mencapai Rp26,22 miliar.

“Kebijakan ini strategis untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan pelayanan air bersih. Diharapkan kinerja membaik sehingga kontribusi PAD ke depan bisa meningkat,” jelas Wachid.

Baca Juga :  BRI BO Serang Jalin Silaturahmi dengan Ketua PN Serang

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Baribis yang baru menjabat sekitar dua bulan, Fanny Shandra Destian, menanggapi persoalan ini dengan kepala tegak.

Ia mengakui bahwa tunggakan tersebut merupakan tanggung jawab dari manajemen sebelumnya. Namun, sebagai pemimpin saat ini, ia berkomitmen penuh untuk menyelesaikannya.

“Meski demikian, saya tetap bertanggung jawab berupaya menyelesaikan kewajiban tersebut demi kebaikan perusahaan ke depan,” kata Fanny.

Ia menegaskan, skema pembayaran akan terus disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan saat ini, guna memastikan kewajiban kepada daerah bisa tuntas tanpa mengganggu operasional pelayanan kepada masyarakat.

Terpisah Moh.Subekhan salah satu aktivis senior Kabupaten Brebes, menanggapi persoalan ini dengan meminta kepada APH untuk mengusut tuntas dan tidak berlarut-larut terkait persoalan yang terjadi di PDAM Tirta Baribis.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Prestasi Gemilang PT BPR Bank Brebes Melampaui Laba Hingga 130 Persen, Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat
Warga Pasarbatang Geruduk dan Bongkar Paksa Warung Aceh, Disinyalir Sarang Narkoba
Meta Salip Google di 2026, Tahta Raja Iklan Digital Mulai Bergoyang
Pemkab Brebes Cepat Tanggap, Melalui Dinperwaskim Tindaklanjuti Berita Warga Limbangan Losari Yang Viral   
Timnas Indonesia U-17 Hajar Timor Leste 4-0, Media Vietnam Langsung Angkat Topi
UI Investigasi Dugaan Pelecehan Verbal Sejumlah Mahasiswa di FHUI
Koperasi di Jawa Tengah Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Rakyat, Juga Sebagai Badan Usaha Aktif dan Produktif 
BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:41 WIB

Prestasi Gemilang PT BPR Bank Brebes Melampaui Laba Hingga 130 Persen, Bukti Kepercayaan Masyarakat Meningkat

Kamis, 16 April 2026 - 07:57 WIB

Borok Lama Akhirnya Terkuak, Keuntungan Milyaran PDAM Tirta Baribis Lenyap Ditelan Bumi 

Rabu, 15 April 2026 - 23:36 WIB

Warga Pasarbatang Geruduk dan Bongkar Paksa Warung Aceh, Disinyalir Sarang Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 19:27 WIB

Meta Salip Google di 2026, Tahta Raja Iklan Digital Mulai Bergoyang

Rabu, 15 April 2026 - 12:01 WIB

Timnas Indonesia U-17 Hajar Timor Leste 4-0, Media Vietnam Langsung Angkat Topi

Berita Terbaru