BREBES, Dinamikanews.net – Momen bersejarah pada Rabu malam, 15 April 2026, berkisar 500-an warga Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah dengan pengawalan dari Kepolisian, Satpol PP, tokoh masyarakat serta para tokoh agama menggerebek dan membongkar sebuah warung. Tepatnya di jalan KH Akhmad Dahlan, warga melakukan aksi pembongkaran karena disinyalir warung tersebut diduga menjadi tempat penjualan obat-obatan terlarang, antara lain Tramadol, Tryheet, dan Heximer.
Pada saat penggrebekan pemilik warung berhasil melarikan diri karena kabar penggerebekan diketahui bocor sebelumnya. Karena kesal, warga membongkar warung tersebut dan menceburkannya ke sungai. Di lokasi, ditemukan bukti berupa flip berisi butir obat keras berwarna kuning, botol obat kosong, serta dus bertuliskan Hexymer.

Asrofi, salah satu tokoh masyarakat mengatakan, “Aksi kami sudah terkoordinasi dari berbagai elemen masyarakat , pemerintah kecamatan yang tujuannya adalah mencegah kerusakan mental generasi muda akibat jeratan narkoba,” Ujarnya.
Warung Aceh selama ini berjualan begitu laku keras dan sasaran pemasarannya memang pelajar dan itu dilakukan secara terang-terangan. Jadi tindakan kita ke depannya adalah melakukan patroli, sosialisasi dan pemberian edukasi pada masyarakat terutama para pelajar,” tambahnya.
Kyai Misbakhul Munir dan Kyai Mohammad Tamim Maulana sebagai ulama setempat merasa prihatin dengan kondisi para pemuda yang terjerat obat-obatan terlarang.
“Tujuan kami melakukan tindakan ini semata-mata untuk menghindarkan para kaum muda yang suka nge-fly akibat mengonsumsi barang haram tersebut dan akibatnya merugikan diri sendiri,” tandasnya.
Pemuda adalah harapan bangsa tentunya harus berpikir jernih, pola pikir yang cerdas dan sehat. Selesai melakukan aksi warga tidak berlangsung lama membubarkan diri untuk menghindari kemacetan jalan.
(D. Miranoor )
















