Pemkab Brebes Tingkatan Langkah Turunkan Stunting, Anak Harus Tumbuh Dalam Kondisi Sehat Dengan Kecukupan Gizi 

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net-Pemerintah Kabupaten Brebes memperkuat komitmen menurunkan angka stunting melalui forum Rembuk Stunting yang digelar di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang dihadiri unsur perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, organisasi profesi, TP PKK, akademisi, hingga perwakilan desa/kelurahan itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd.

Dalam sambutannya, Tahroni menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan stunting tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. “Anak-anak harus tumbuh dalam kondisi sehat dengan kecukupan gizi agar mampu berkembang menjadi generasi yang kreatif, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya. Ia mengingatkan, kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan sejak kehamilan hingga usia dua tahun berisiko menyebabkan stunting yang berdampak pada hambatan pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kognitif anak.

Menurut Tahroni, percepatan penurunan stunting sejalan dengan visi pembangunan daerah “Brebes Beres” yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, melainkan juga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sektor infrastruktur dan lingkungan, Pemkab Brebes menjalankan program Beresi Dalan untuk memperbaiki dan membuka akses jalan menuju layanan kesehatan, pendidikan, serta jalur distribusi pangan agar lebih cepat dan merata. Bersamaan dengan itu, program Beresi Sampah dijalankan untuk menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, mengurangi risiko penyakit infeksi berulang yang kerap memperparah kondisi gizi anak.

Baca Juga :  Gerak Cepat Kementerian PU Pulihkan Daerah Irigasi Batang Anai

Pada bidang sosial dan kesejahteraan, pemerintah mengakselerasi program Wardoyo (Wareg Sedoyo) dengan target menurunkan angka kemiskinan di bawah 14 persen pada 2026. Intervensi ini diperkuat perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan jamban sehat bagi keluarga berpenghasilan rendah, sehingga keluarga memiliki hunian yang layak dan sanitasi yang aman. Tahroni menekankan, kemiskinan dan stunting memiliki keterkaitan erat; intervensi lintas sektor menjadi kunci agar keluarga rentan mendapat perlindungan sosial sekaligus akses layanan dasar.

Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Brebes mendorong program Satu Keluarga Satu Sarjana guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga prasejahtera. Selain itu, pemerintah memberikan insentif kepada tokoh agama, guru ngaji, dan pengelola rumah ibadah yang berperan aktif dalam pembinaan karakter dan literasi kesehatan keluarga. “Peran tokoh masyarakat sangat penting dalam mengubah perilaku, menguatkan pola asuh, serta mendorong keluarga memanfaatkan layanan kesehatan,” kata Tahroni.

Di sektor kesehatan, Pemkab mengintensifkan program Nakes Door to Door. Tenaga kesehatan hadir langsung ke rumah untuk mendampingi ibu hamil, memantau tumbuh kembang balita, memastikan pemberian ASI eksklusif, imunisasi dasar lengkap, serta edukasi pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Pendekatan ini diharapkan menutup celah layanan, terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Baca Juga :  Polri Selamatkan 11.407.315 Jiwa Dari Bahaya Narkoba Dengan Penindakan 6.681 Kasus

Tahroni menambahkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Brebes telah melakukan pemetaan program dan lokasi prioritas untuk penanganan stunting tahun 2027. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan rencana kerja perangkat daerah agar intervensi lebih tepat sasaran. “Melalui kolaborasi seluruh pihak, kita berharap dapat mewujudkan generasi Brebes yang sehat, cerdas, dan unggul, sejalan dengan semangat Brebes Beres,” pungkasnya.

Ketua Panitia Rembuk Stunting, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Brebes, Aditya Yospattus Paspasha, S.T., menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperkuat komitmen, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan menyepakati langkah strategis percepatan penurunan stunting. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data sasaran mulai dari data ibu hamil, balita berisiko, hingga keluarga miskin agar program intervensi spesifik dan sensitif dapat berjalan terintegrasi di tingkat desa/kelurahan.

Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan berita acara Rembuk Stunting oleh perwakilan perangkat daerah dan pemangku kepentingan, penyerahan poster kampanye cegah stunting kepada kecamatan, serta paparan oleh Kepala Bapperida Brebes, Dra. Tety Yuliana, M.Pd., yang memuat arah kebijakan, target indikator, dan jadwal pelaksanaan program lintas sektor pada tahun berjalan.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Rupiah Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik
Menteri PPPA Minta Warga Lapor Jika Mengetahui Anak Terpapar Judol
Taman Nasional Kutai Jadi Wadah Pelestarian 324 Fauna
Menkop Minta Tambahan Rp1,34 triliun Dukung 80 Ribu Kopdes Merah Putih
Sekda Soma: Tanggung Jawab Menjaga Kualitas Hidup Para Lansia Merupakan Tugas Kolektif
Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan
KEGIATAN BAKTI SOSIAL POLRESTA TANGERANG, KODIM 0510/TIGARAKSA, DAN OJOL FORBETA TANGERANG DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE-80
Prediksi Musim Di RI Memiliki Tingkat kompleksitas Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:30 WIB

Rupiah Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:41 WIB

Menteri PPPA Minta Warga Lapor Jika Mengetahui Anak Terpapar Judol

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:24 WIB

Taman Nasional Kutai Jadi Wadah Pelestarian 324 Fauna

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:34 WIB

Sekda Soma: Tanggung Jawab Menjaga Kualitas Hidup Para Lansia Merupakan Tugas Kolektif

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:36 WIB

Project Humanity UMN Hadirkan Edukasi Mitigasi Bencana di Banten Selatan

Berita Terbaru

Berita

Rupiah Menguat Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:30 WIB

Berita

Taman Nasional Kutai Jadi Wadah Pelestarian 324 Fauna

Kamis, 11 Jun 2026 - 19:24 WIB