Mencegah Kenaikan Harga Saat Ramadhan, Pemprov Jateng Subsidi Harga Bahan Pokok dan Gelar Ratusan Pangan Murah

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Dinamikanews.net – Guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat ini, pemerintah provinsi akan menggelar 308 GPM di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Adapun cek harga pasar dimulai oleh Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Bersama instansi terkait, keduanya menyambangi Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang. Gubernur dan Bupati mengecek stok dan harga bahan pokok apakah terkendali. Selain itu, peninjauan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok penting selama Ramadan.Tiba sekitar pukul 07.00 WIB, Gubernur dan Bupati langsung berkeliling pasar. Keduanya berdialog dengan para pedagang dan pembeli. Dari hasil pantauan, sebagian besar harga pangan relatif terkendali. Namun, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah mengalami kenaikan di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) serta di atas rata-rata harga provinsi.

Di tengah kenaikan harga cabai yang menembus Rp 80 ribu per kilogram, Pemprov Jateng akan menyiapkan 308 Gerakan Pangan Murah dan subsidi harga cabai menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Gubernur menginstruksikan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan operasi pasar pada komoditas yang mengalami lonjakan harga.“Segera tindak lanjuti bahan pokok yang naik. Koordinasikan dengan dinas dan instansi terkait,” ujar Ahmad Luthfi usai berdialog dengan pedagang.

Baca Juga :  Perayaan HUT BRI ke-130, KCP Cirendeu Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Pelayanan

Selain operasi pasar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret 2026. Program tersebut akan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menyatakan, secara umum stok pangan strategis di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Bahkan, untuk komoditas beras, provinsi ini mengalami surplus dalam jumlah besar.“Memasuki Ramadan, 12 komoditas pangan strategis stoknya masih aman. Namun memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas,” kata Rini.

Baca Juga :  Gus Halim Apresiasi Kemajuan BUMDesa dan Pemanfaatan SDM di Desa Kutuh, Bali

Ia menjelaskan, rata-rata harga cabai di tingkat konsumen saat ini mencapai sekitar Rp 80 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam dan daging sapi juga mulai mengalami kenaikan, meski masih di bawah batas HAP.

Menurut Rini, lonjakan harga cabai turut dipengaruhi meningkatnya permintaan dari luar daerah, terutama dari Jakarta, yang harga cabainya telah menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Tingginya harga di ibu kota mendorong pedagang mengirim pasokan ke luar daerah, sehingga berdampak pada harga di Jawa Tengah.Sebagai langkah intervensi, Pemprov Jateng menugaskan JTAB menjual cabai dengan harga subsidi Rp 65 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Kebijakan ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

Dengan kombinasi operasi pasar, subsidi harga, dan Gerakan Pangan Murah, Pemprov Jawa Tengah menargetkan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. (D. Miranoor)

Berita Terkait

Dilihat dari Lonjakan Sektor Industri dan Pariwisata, Sepantasnya Jateng Jadi Motor Transformasi Ekonomi Nasional
Prestasi Petani Gemilang, Lakukan Panen Raya Serentak 35 Daerah di Jawa Tengah
Langkah Cepat Wagub Jateng Upayakan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol, 9 Alat Berat Dikerahkan
Polsek Curug Gelar Ops Cipkon KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Dini Hari
Pemprov Jateng Tawarkan Industri Padat Karya Pada India, Siap Jadi Mitra Strategis Untuk Tenaga Medis
Antisipasi Dampak Tanah Bergerak Lebih Besar Warga Diungsikan, Gubernur Percepat Huntara dan Relokasi Yang Aman
LKBH PSHT Banten Audiensi dengan Ditintelkam Polda Banten, Perkuat Legalitas dan Sinergi Kamtibmas
Diklat P4GN dan Management Organisasi serta Aswaja bersama Garuda Perkasa Nasional 

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:28 WIB

Dilihat dari Lonjakan Sektor Industri dan Pariwisata, Sepantasnya Jateng Jadi Motor Transformasi Ekonomi Nasional

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:46 WIB

Prestasi Petani Gemilang, Lakukan Panen Raya Serentak 35 Daerah di Jawa Tengah

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:27 WIB

Mencegah Kenaikan Harga Saat Ramadhan, Pemprov Jateng Subsidi Harga Bahan Pokok dan Gelar Ratusan Pangan Murah

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:12 WIB

Langkah Cepat Wagub Jateng Upayakan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol, 9 Alat Berat Dikerahkan

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:10 WIB

Polsek Curug Gelar Ops Cipkon KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Dini Hari

Berita Terbaru