Langkah Cepat Wagub Jateng Upayakan Percepatan Penutupan Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol, 9 Alat Berat Dikerahkan

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN, Dinamikanews.net – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu, 18 Februari 2026.

Kunjungan ini merupakan langkah lanjutan setelah sebelumnya Gubernur Ahmad Luthfi juga melakukan tinjauan serupa untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujarnya.

Selain fokus pada titik yang rusak, Wagub juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Menurutnya, banyak bagian tanggul yang membutuhkan perawatan rutin agar tidak menimbulkan risiko baru saat curah hujan tinggi.

“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan BBWS supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan kali ini tidak semata memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga langkah antisipatif di seluruh bentang tanggul. “Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya,” katanya.

Baca Juga :  Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet, Perkuat Pengendalian Banjir di Karawang dan Bekasi

Terkait kondisi warga terdampak, Taj Yasin menyampaikan bahwa kebutuhan logistik relatif aman.

“Alhamdulillah logistik lancar, insya Allah cukup semuanya. Hanya agak tersendat ketika masyarakat mulai bersih-bersih rumah,” jelasnya.Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyebutkan, pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol.

“Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” ungkap Heri.Menurutnya, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam 3 hari, setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu 7 hari.

Baca Juga :  Dua Anggota Polri Harumkan Indonesia Lewat Timnas U-23

“Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya.

BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air, mengingat cuaca masih tergolong ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit,” terangnya.

Ia menegaskan, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang,” pungkasnya.

Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin, 16 Februari 2026, mengakibatkan jalur provinsi Semarang-Grobogan terputus.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng akan memasang jembatan armco dalam satu pekan agar jalan raya bisa dilalui kembali.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01
Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk
RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:03 WIB

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01

Minggu, 1 November 2026 - 09:52 WIB

Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Berita Terbaru