Launching Sekolah Gender, Wabup Intan Dorong Peran Perempuan Ikut Partisipasi aktif dalam pembangunan

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meluncurkan Sekolah Gender Angkatan I tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (19/02/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa program Sekolah Gender ini dirancang sebagai wadah transformasi pemikiran dan ruang belajar bagi kaum perempuan untuk memperkuat kapasitasnya agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan di Kabupaten Tangerang.

“Sekolah Gender ini memberikan banyak wawasan untuk kader-kader perempuan dari berbagai organisasi supaya mereka nanti bisa memberikan kontribusi dalam pemikiran dan solusi bagi pembangunan di Kabupaten Tangerang ke depannya,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, berbeda dengan pelatihan pada umumnya, Sekolah Gender menerapkan sistem evaluasi yang ketat dan berbasis output. Para peserta tidak hanya menerima materi keilmuan, namun juga dituntut bagaimana mengimplementasikannya. Peserta akan dinilai berdasarkan kualitas gagasan dan dampak nyata yang dihasilkan.

“Mereka akan dinilai dari karya tulis dan aksi sosialnya. Kami ingin melihat bagaimana mereka memberikan masukan kepada pemerintah daerah dari sudut pandang (point of view) gender,” ungkapnya.

Lanjut dia, Sekolah Gender akan membahas tema yang beragam di setiap angkatannya agar mencakup seluruh aspek permasalahan sosial di Kabupaten Tangerang. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah peran perempuan dalam pengelolaan sampah. Dia menyebut bahwa perempuan sebagai komandan rumah tangga memiliki peran sentral dalam manajemen limbah domestik.

Baca Juga :  Share the Fame, Share the Kindness: Momen Anniversary 13 Tahun Fame Hotel Gading Serpong

“Ibu-ibu adalah pengelola utama sampah di rumah. Saya ingin perempuan maupun organisasi yang menaunginya memiliki solusi dan mekanisme yang konkret penanganan sampah, yang bisa menjadi masukan bagi pengambilan keputusan pemerintah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tingkat kabupaten,” imbuhnya

Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap melalui Sekolah Gender ini, para lulusannya nanti bisa sinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah, terutama dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang inklusif dan solutif bagi masyarakat luas.

“Saya berharap melalui Sekolah Gender ini akan lahir agen-agen perubahan, para public campaigner (aktivis publik) yang mampu menyuarakan keadilan secara santun, berbasis data, dan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi, mencegah kekerasan, mendampingi yang membutuhkan, serta membangun budaya saling menghormati,” harapnya

Dia memberikan pesan dan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh agar materi yang diberikan dapat benar-benar memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan untuk menguatkan peran dan kapasitas kaum perempuan

Baca Juga :  Warga Mekar Wangi Gotong Royong Perbaiki Jalan Kampung, Kades Dadang Turun Langsung

“Bangun jejaring, perkuat analisis, dan susun rencana aksi yang nyata sesuai dengan isu lokal. Bawalah pulang semangat bahwa keadilan gender bukan hanya agenda kelompok tertentu, melainkan agenda kemanusiaan dan kualitas pembangunan daerah kita,” serunya

Dia juga menandaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Karena pengarusutamaan gender dan inklusi sosial ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus kita kerjakan bersama, secara konsisten dan berkelanjutan.

“Semoga Sekolah Gender Tahun 2026 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,”pungkasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman mengatakan salah satu tujuan Sekolah Gender adalah untuk mendorong parsipasi aktif dan kapasitas kaum perempuan dalam pembangunan

“Kita ingin memperkuat kepemimpinan perempuan serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah,” ungkap Asep

Pihaknya berharap melalui Sekolah Gender tersebut dapat melahirkan para penggerak kampanye kesetaraan gender yang mampu menjadi agen perubahan dan mengedukasi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (Red)

Berita Terkait

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter
TTKKBI DPW II, Gelar Halal Bihalal dan Milad Ke-1 Tahun ‎
Monitoring Langsung Ibadah Paskah, Bupati Tangerang Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi di Kabupaten Tangerang
671 hektare sawah di Kabupaten Demak terdampak banjir
Penanganan Darurat Ambruknya Jembatan Kalibuntu Desa Cilibur, Bupati Instruksikan Dibangun Jembatan Semi Permanen
Selamat Jalan Bunda Eius Srikandi DPP GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional): Jasamu Takkan Pernah Kami Lupakan Dan Perjuanganmu Akan Terus Kami Lanjutkan Demi Masa Depan Anak Bangsa
BNPB: Jumlah pengungsi banjir Demak jadi 2.839 jiwa
Pengungsi Banjir Demak Bertahan di Posko, Ahmad Luthfi Salurkan Bantuan Rp 236 Juta Kepada Masyarakat Terdampak

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 13:42 WIB

Gunung Dukono Maluku Utara erupsi Senin, lontarkan abu 1.000 meter

Senin, 6 April 2026 - 01:22 WIB

TTKKBI DPW II, Gelar Halal Bihalal dan Milad Ke-1 Tahun ‎

Minggu, 5 April 2026 - 15:15 WIB

671 hektare sawah di Kabupaten Demak terdampak banjir

Minggu, 5 April 2026 - 04:34 WIB

Penanganan Darurat Ambruknya Jembatan Kalibuntu Desa Cilibur, Bupati Instruksikan Dibangun Jembatan Semi Permanen

Sabtu, 4 April 2026 - 23:26 WIB

Selamat Jalan Bunda Eius Srikandi DPP GANN (Generasi Anti Narkotika Nasional): Jasamu Takkan Pernah Kami Lupakan Dan Perjuanganmu Akan Terus Kami Lanjutkan Demi Masa Depan Anak Bangsa

Berita Terbaru