Proyek Perumahan Subsidi Griya Estetika Penuh Polemik, Perijinan Belum Terbit, Persoalan Internal Yang Rumit

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – PT Ardi Karya Bahari Persada (PT AKBP) sebagai perusahaan properti yang melaksanakan proyek pembangunan perumahan bersubsidi Griya Estetika sekaligus sebagai pemiliknya. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektar di Desa Limbangan Wetan Brebes kini menjadi sorotan tajam. Selain terindikasi belum mengantongi izin lengkap, proyek ini diwarnai ketegangan akibat munculnya Surat Perintah Kerja (SPK) ganda yang memicu aksi penghentian paksa di lokasi proyek.

‎Pantauan media di lapangan menunjukkan situasi sempat memanas ketika penerima SPK pertama mendatangi lokasi dan menghentikan aktivitas pengurugan lahan. Diketahui, proses pengurugan tersebut tengah dijalankan oleh pemegang SPK kedua yang baru berjalan selama beberapa hari.

Baca Juga :  PLN Nusantara Power UP Cirata Dorong Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program Lentera Hijau

‎Kuasa hukum pemegang SPK pertama, Satriya kepada media menegaskan bahwa kliennya menuntut kejelasan status kontrak sebelum pihak lain melanjutkan pekerjaan.

‎”Kami meminta proses pengurugan diberhentikan total sampai ada keputusan dan penyelesaian yang jelas terkait SPK klien kami. Jangan ada tumpang tindih aturan di sini,” ujar Satriya kuasa hukum klien didampingi klienya kepada awak media, Sabtu 14 Februari 2026.

Tak hanya persoalan operasional, pihak kuasa hukum juga membeberkan fakta mengejutkan terkait legalitas proyek. Ia menyebut bahwa pembangunan perumahan bersubsidi tersebut diduga kuat belum memiliki izin yang lengkap dari pemerintah daerah setempat.

‎Meski legalitas dipertanyakan, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa progres fisik sudah mulai terlihat. Selain aktivitas urugan tanah, telah berdiri sejumlah konstruksi bangunan pondasi di beberapa titik lahan, jelas ini melanggar aturan pemerintah dan harus ditindak tegas.

Baca Juga :  BP Taskin, Gulirkan Percontohan Penerapan SCLSC

‎Persoalan proyek ini tampaknya kian pelik, disinyalir banyaknya masalah diluar perijinan, proses pembayaran fee pembebasan tanah kepada mediator. Pembayaran kepada pelaksana pekerjaan (maincont) awal juga belum selesai.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa polemik ini hanyalah “puncak gunung es”. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan oleh pihak pengembang.

‎(D. Miranoor)

Berita Terkait

Drag Bike di Brebes Jadi Wadah Prestasi Pembalap Muda dan Edukasi Keselamatan
Epson Anniversary Beri Reward dan Cashback Projector
Epson Luncurkan SureColor V4000 untuk Bisnis Custom
Ekosistem Perlu Dibangun, Untuk Menguatkan Ekonomi Pemerintah, BUMD dan Pihak Swasta
Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B
DPRD Jateng Pantau Rehabilitasi Irigasi Pemali, Petani Sampaikan Keluhan  
Epson Perkuat Layanan Purna Jual Lewat Customer Day 2026
Menerapkan Prinsip Trading yang Baik dan Bijak, Peluang Menang Jadi Dominan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Drag Bike di Brebes Jadi Wadah Prestasi Pembalap Muda dan Edukasi Keselamatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Epson Anniversary Beri Reward dan Cashback Projector

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Epson Luncurkan SureColor V4000 untuk Bisnis Custom

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Ekosistem Perlu Dibangun, Untuk Menguatkan Ekonomi Pemerintah, BUMD dan Pihak Swasta

Jumat, 25 September 2026 - 07:23 WIB

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B

Berita Terbaru