Surakarta Dinamikanews.net |11 Februari 2026 – Penerbit Dlomedia kembali menggelar pemilihan penulis inspiratif di bawah manajemen Akademi Menulis Buku Pengembangan Diri yang berjalan sejak 2023. Program ini secara konsisten membuka ruang bagi calon penulis untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus membangun kepercayaan diri melalui karya. Setiap tahun, puluhan peserta menulis dan menerbitkan buku melalui kontrak royalti.
Menurut Ngadiyo selaku direktur program, setiap orang memiliki dorongan kuat untuk berkembang. Karena itu, akademi mendorong peserta mengaktivasi potensi diri agar tumbuh sesuai minat dan bakat. Selain itu, industri buku saat ini menunjukkan tren positif, khususnya pada genre pengembangan diri seperti kesehatan mental, traveling, dan memoar inspiratif.
Ruang Eksplorasi Penulis Muda
Lebih lanjut, Ngadiyo menjelaskan bahwa akademi menyediakan ruang eksplorasi tema yang luas, mulai dari self-help, religi, hingga pengalaman personal. Dengan demikian, peserta dapat mengolah cerita hidup menjadi refleksi kolektif yang bermanfaat. “Setiap orang memiliki sisi personal yang ingin dibagikan. Akademi ini membantu peserta mengubah pengalaman menjadi karya,” ujarnya.
Sementara itu, Farco Siswanto Raharjo Dosen Fisif di salah satu Universitas di Jawa Tengah sebagai mentor menilai program ini memperkuat ekosistem literasi nasional. Menurutnya, menulis tidak hanya menghasilkan buku, tetapi juga membentuk cara berpikir. “Ketika seseorang menulis, ia sedang merapikan cara melihat dunia,” katanya. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya latihan rutin bagi penulis pemula.
49 Penulis Lolos Seleksi Nasional
Pada 2026, panitia mencatat 49 penulis dari berbagai daerah berhasil lolos seleksi nasional. Selanjutnya, penerbit fokus memproduksi karya berbasis pengetahuan sekaligus memperluas akses literasi. David, peserta asal Jawa Barat, mengaku program ini memberinya keberanian untuk menulis pengalaman hidup. “Saya mendapat pendampingan dari ide sampai naskah siap terbit,” ujarnya.
Melalui program berkelanjutan ini, penyelenggara berharap budaya membaca dan menulis tumbuh lebih kuat. Dengan begitu, literasi tidak hanya mencerdaskan bangsa, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif di sektor penerbitan. Akademi pun menargetkan lahirnya lebih banyak penulis inspiratif yang memberi dampak sosial nyata./FSR

















