Ulah Ketua Karang Taruna Keuangan Tidak Transparan, Warga Kemurang Wetan Timbul Amarah 

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Warga Desa Kemurang Wetan, Brebes, mendesak transparansi laporan keuangan Karang Taruna yang selama ini dinilai pasif. Padahal warga yang tergabung organisasi di dalamnya sudah berulangkali menanyakan terkait dana tersebut.

Nilainya mencapai miliaran rupiah dari berbagai sumber penghasilan yang diperoleh dari kerjasama proyek pabrik, namun penggunaannya tak jelas rimbanya.

Api amarah warga Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, memuncak pada Sabtu malam, 31 Januari 2026.

Mereka berbondong-bondong mendatangi balai desa, menuntut kejelasan nasib uang kas Karang Taruna yang kabarnya sudah menembus angka miliaran.

Uang itu bukan receh, melainkan ‘Fee’ (uang koordinasi) dan komisi material dari proyek pabrik melalui PT Bintang Lima sejak 2024 hingga sekarang.

Warga juga sempat melakukan audensi yang difasilitasi perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas itu sontak menjadi panggung interogasi bagi Ahmad Firman Habibi, Ketua Karang Taruna.

Warga curiga, miliaran rupiah dana yang seharusnya menjadi motor kegiatan sosial kepemudaan itu kini menguap bak debu.

Baca Juga :  Sambut HUT BRI ke-130, BRI BO Ciputat Gelar Brilian Sportacular Perlombaan Tenis Meja

Tokoh pemuda setempat, Kasim alias Bejo, mewakili suara warga yang merasa dibohongi.

Ia membeberkan, pemasukan Karang Taruna dari subkontraktor saja mencapai Rp13 juta per bulan.

Itu belum termasuk komisi material semen, pasir, seplit yang nilainya mencapai Rp100 ribu per ritase mobil angkut.

Sebuah pundi-pundi yang jika diakumulasi, menurut hitungannya, sudah menyentuh angka Rp1 miliar sejak awal dana ini bergulir.

“Warga Kemurang perlu menanyakan, dana itu yang saya tahu setiap perbulan dari Bintang Lima Rp13 juta. Belum lagi ritase material, sehari bisa puluhan rit. Anggaran itu hampir 1 miliaran,” ujar Kasim dengan nada geram, Selasa (3/2/2026).

Yang membuat warga makin meradang adalah nihilnya jejak kegiatan sosial Karang Taruna. Organisasi kepemudaan yang seharusnya aktif membangun desa, justru dianggap mati suri.

Mereka hanya terlihat di lapangan sebatas mengawal mobil proyek. Mereka tak pernah melakukan kegiatan sosial.

Baca Juga :  Terkait dugaan penyimpangan dana desa di desa peusar wartawan media online laporkan langsung ke inspektorat

Program-program kegiatan karang taruna yang bersifat pengeluaran tak ada, Nol. Desakan warga ini sangat sederhana: transparansi.

Mereka hanya ingin pembukuan keuangan dibuka. Mereka mau tahu, ke mana larinya uang yang menjadi hak para anggota karang taruna desa itu.

Menurut Kasim, saat audensi berlangsung, Habibi, sang ketua, tak mampu menunjukkan rincian pengeluaran sepeser pun.

Ia tak bisa berkutik di depan mata warga dan perangkat desa.

“Dia itu enggak bisa nunjukkin dana tersebut. Reng-rengannya pun ada, tapi enggak bisa ngasih jawaban,” tutur Kasim.

“Jawabannya nol, hanya menjanjikan akan memberikan jawaban dan menunjukkan catatan keuangan pada pertemuan berikutnya,” sambungnya.

Sebuah janji yang ditanggapi skeptis oleh warga. Harapan warga kini hanya satu: “Supaya duit tersebut itu, dana tersebut itu transparansi.

“Supaya jelas, supaya masyarakat Kemurang tahu pemasukan dan pengeluaran selama ini,” pungkasnya. (D. Miranoor)

Berita Terkait

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01
Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk
RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian
IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana
Jogging Track RTH Bumiayu Brebes Mulai Dibangun, Anggaran Rp375 Juta Jadi Sorotan Warga
BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH
PT Dwi Karya Bentonit Indonesia Sampaikan Hak Jawab, Bantah Pemberitaan Dugaan Pencemaran Lingkungan
Pemekaran Brebes Selatan Makin Dekat, Pegiat Siapkan Belasan Bus Menuju Semarang

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:03 WIB

RSUD Brebes Berpeluang Dapat Rp30 Miliar, Rencana Revitalisasi 2027 Diwarnai Polemik Relokasi SDN 01

Minggu, 1 November 2026 - 09:52 WIB

Pererat Silaturahmi, Kelurahan Sawah Baru Gelar Senam Bersama dan Fun Walk

Minggu, 1 November 2026 - 06:38 WIB

RSUD Bumiayu Tuntaskan Survei Akreditasi, Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien Jadi Perhatian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:18 WIB

IPDA Jaga Iklim Gelar Aksi Hijau; Tanam 3.000 Pohon Aren di Kawasan Mata Air Gununggiana

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:47 WIB

BGN Tangguhkan 6.097 SPPG Tidak Tertib Sampaikan LPDH

Berita Terbaru