Ketika Utang Menghantui Hidup: Sapala Consultant Jadi Tempat Pulang bagi Korban Pinjol

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Tak semua luka terlihat oleh mata. Di balik senyum orang-orang di jalanan Jakarta, banyak yang sebenarnya sedang menahan beban berat bernama utang. Pinjaman online, yang awalnya terasa sebagai solusi cepat, perlahan berubah menjadi jerat yang mencekik: bunga tak masuk akal, teror telepon tanpa henti, hingga rasa malu yang membuat korban memilih diam.

Di tengah realitas itulah Sapala Consultant membuka kantor ketiganya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026). Bukan sekadar menambah alamat bisnis, tetapi membuka ruang baru bagi mereka yang selama ini merasa tak punya tempat mengadu.

Owner Sapala Consultant, Rahmi Intan Yahya, menyebut bahwa banyak klien datang bukan dalam kondisi siap konsultasi, melainkan dalam kondisi lelah, takut, dan kehilangan harapan.

Baca Juga :  Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII meninggal dunia.

“Sebagian datang sambil menangis. Ada yang bilang sudah tidak berani pulang ke rumah karena diteror. Kami tidak langsung bicara angka, kami dengarkan dulu ceritanya,” kata Rahmi.

Di kantor ini, konsultasi tak melulu soal strategi keuangan. Ada sesi edukasi tentang pinjol legal dan ilegal, ada pendampingan menghadapi debt collector, bahkan ada pemulihan mental secara perlahan agar klien kembali percaya diri.

Sebut saja Andi, seorang karyawan swasta yang terjebak 12 aplikasi pinjol akibat PHK. Awalnya ia meminjam untuk makan, lalu gali lubang tutup lubang. Dalam tiga bulan, utangnya melonjak drastis.

“Saya sampai berpikir lebih baik hilang saja. Tapi di Sapala saya merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan angka utang,” ungkap Andi lirih.

Baca Juga :  Wanita Memiliki Peran Strategis Dalam Ekonomi Keluarga, Digaungkan Melalui Kolaborasi OJK dan TP PKK SICANTIKS 2026

Menurut Rahmi, fenomena pinjol hari ini bukan sekadar masalah finansial, tapi krisis literasi dan kesehatan mental. Banyak korban sebenarnya hanya butuh satu hal: seseorang yang mau mendampingi, bukan menghakimi.

Dengan kantor ketiga ini, Sapala Consultant menegaskan perannya bukan hanya sebagai konsultan, tetapi sebagai ruang aman—tempat orang bisa bercerita, belajar, dan perlahan memulihkan hidupnya.

“Bagi kami, kesuksesan bukan berapa banyak klien, tapi berapa banyak yang bisa tidur nyenyak lagi,” tutup Rahmi.

Di kota yang tak pernah tidur, Sapala Consultant hadir sebagai tempat orang-orang yang kelelahan akhirnya bisa beristirahat sejenak—mengumpulkan kembali harapan yang sempat hilang.

Berita Terkait

Warga Lakukan Aksi Damai,Tuntut Kades Jalankan LHP Inspektorat, Cabut Penonaktifan Sekdes dan Kadus
Pemerintah Siapkan 4.770 Kebutuhan CPNS Sekolah Kedinasan 2026
Sultan: Persiapan Sidang Bersama DPR-DPD RI Sudah 90 Persen
Antisipasi Persoalan Yang Berlarut Perihal Pupuk Subsidi, Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen 
Pernikahan Massal Mewarnai HUT ke-81 RI,12 Pasang Dapat Nikah Gratis dan Modal Usaha Rp2 Juta per Pasang
Perkuat Pengawasan Penyalahgunaan Narkotika, BNN Kota Tegal Gelar Razia di Tempat Hiburan Malam 
Bank Jateng Brebes Menjadi Mitra Strategis, Untuk Pengembangan dan Pembiayaan UMKM
Pelayanan Publik Harus Hadir di Tengah Masyarakat Agar Lebih Mudah Dijangkau 

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Warga Lakukan Aksi Damai,Tuntut Kades Jalankan LHP Inspektorat, Cabut Penonaktifan Sekdes dan Kadus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Pemerintah Siapkan 4.770 Kebutuhan CPNS Sekolah Kedinasan 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sultan: Persiapan Sidang Bersama DPR-DPD RI Sudah 90 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Antisipasi Persoalan Yang Berlarut Perihal Pupuk Subsidi, Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Pernikahan Massal Mewarnai HUT ke-81 RI,12 Pasang Dapat Nikah Gratis dan Modal Usaha Rp2 Juta per Pasang

Berita Terbaru

pendidikan

KKM UNIBA Dorong UMKM Desa Ranjeng Naik Kelas di Era Digital

Minggu, 16 Agu 2026 - 14:54 WIB