Bertahan Tiga Pekan di Pengungsian, 34 Warga Korban Bencana Alam Aceh Akhirnya Tiba di Brebes 

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, Dinamikanews.net – Sempat di pengungsian selama kurang lebih tiga pekan, sebanyak 34 warga Kabupaten Brebes korban terdampak bencana alam Aceh akhirnya tiba di Brebes. Kedatangan mereka disambut langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Dr Tahroni MPd, didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Edy Kusmartono dan sejumlah pejabat lainnya, di Kantor Dinas Sosial setempat, Sabtu (20/12/2025) malam.

Pemulangan ini, atas bantuan dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Baznas dan Pemkab Brebes. Warga asal Brebes yang dipulangkan berasal dari 3 kecamatan, yaitu Salem, Bantarkawung dan Songgom. Mereka terdiri dari 25 orang dewasa, 6 orang lansia dan anak-anak 3 orang.

Setibanya di Kantor Dinas Sosial, kondisi mereka diperiksa kesehatannya oleh petugas Dinas Kesehatan. Hal ini untuk memastikan kondisi badan sehat sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.

Tahroni mengatakan, penyambutan kepulangan warga Brebes ini merupakan atensi dari Gubernur Jateng dan Bupati Brebes.

“Pemulangan tersebut dilakukan setelah ada koordinasi antara Pemprov Jateng dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Pemprov Aceh, dan Pemkab Bener Meriah, terkait pendataan,” ucapnya.

Baca Juga :  Solid Bersama di Usia 130 Tahun, BRI KC Daan Mogot Gelar Fun Match Mini Soccer

Tahroni menjelaskan, bahwa pemulangan warga asal Brebes tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab Brebes dan Pemprov Jateng untuk memberikan perlindungan dan keselamatan bagi warganya di manapun berada.

“Mereka selama ini rata-rata bekerja di bidang perkebunan di Bener Meriah, Aceh,” ucap Tahroni.

Tahroni mengatakan, warga Brebes ini merupakan para pekerja di perkebunan. Sehari-hari tugas mereka menderes getah dari pohon pinus.

“Kebanyakan warga Sunda dari Salem dan Bantarkawung, serta satu dari Kecamatan Songgom. Semuanya perantau sebagai pekerja kebun pinus sebagai penderes getah,” kata Tahroni.

Sebelum dipulangkan, warga korban bencana ini ditampung di lokasi pengungsian yakni, di Posko SMP Negeri 5 Bukit, Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

“Semuanya ini yang mengalami langsung bencana longsor. Kemudian ditampung di pengungsian dan akhirnya bisa dipulangkan,” imbuh Tahroni.

Plt Kepala Dinas Sosial, Edy Kusmartono menambahkan, para pengungsi ini juga diberi bantuan berupa uang Rp1 juta per orang, sembako dan bantuan lain. Tujuannya sebagai bekal hidup sementara setelah tiba di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Dandhy Dwi Laksono Soroti Deforestasi Papua Selatan Lewat Film ‘Pesta Babi’

“Nantinya kita akan mengusahakan pekerjaan di sini, supaya tidak perlu lagi merantau jauh. Biarkan mereka istirahat setelah melalui masa sulit pascabencana di perantauan,” lanjut Edy.

Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Sugeng mengatakan, Pemulangan dilakukan menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara melalui Bandara Takengon, Aceh. Pesawat kemudian transit di Medan sebelum tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setibanya di Jakarta, lanjut Sugeng, para warga mendapatkan fasilitas istirahat dan konsumsi dari Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, Pemprov Jateng menyediakan bus menuju menuju Brebes.

Tidak hanya itu, Pemprov Jateng dengan Baznas Jateng memberikan modal sementara kepada warga asal Brebes yang terdampak untuk melanjutkan hidup dan bekal di kampung halaman.

“Semuanya dari segi transportasi telah dibantu oleh Pemprov Jateng, bahkan dikasih modal usaha biar nanti bisa berusaha. Minimal mereka nanti pulang ke kampung bisa recovery di wilayah masing-masing,” pungkasnya.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Kritik MUI Picu Pramono Ubah Prosedur Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu
Penjarahan Aset KAI Pasca Pencanangan Perumahan Rakyat di Manggarai
Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji
Kunjungan Kerja Waketum GANN Ke Wilayah Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang
Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia
Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Hukum
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Tanpa Label Non-Halal, Penjual Masakan Babi Di Area Perumahan Medang Lestari Diduga Tidak Berizin.

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:38 WIB

Kritik MUI Picu Pramono Ubah Prosedur Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu

Rabu, 22 April 2026 - 18:34 WIB

Penjarahan Aset KAI Pasca Pencanangan Perumahan Rakyat di Manggarai

Rabu, 22 April 2026 - 15:51 WIB

Sekretaris DPD GMPK Siap Laporkan Dugaan Jual Beli Tanah Sitaan Kejagung di Pakuhaji

Rabu, 22 April 2026 - 06:55 WIB

Kunjungan Kerja Waketum GANN Ke Wilayah Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang

Selasa, 21 April 2026 - 18:16 WIB

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk angkut jamaah Indonesia

Berita Terbaru