Komite III DPD RI Perjuangkan Integrasi Jaminan Sosial

Selasa, 4 Februari 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dinamikanews.net– Komite III DPD RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direksi PT Jasa Raharja dalam rangka inventarisasi materi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dalam RDP tersebut, Komite III DPD RI menyoroti pentingnya perlindungan sosial yang lebih inklusif bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan dalam sistem jaminan sosial nasional.

“Dengan adanya pembahasan perubahan UU SJSN, Komite III DPD RI menilai perlu adanya integrasi perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas ke dalam sistem jaminan sosial nasional agar lebih komprehensif dan tidak tumpang tindih,” ucap Filep pada rapat yang digelar di DPD RI, Selasa (4/2/2025).

Merujuk pada Pasal 18 UU No. 40 Tahun 2004 tentang SJSN, lanjut Filep, sistem jaminan sosial nasional meliputi lima jenis jaminan, yaitu jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian, yang semuanya dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Namun, dalam implementasinya, perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan selama ini hanya ditangani dari sisi kesehatan melalui BPJS Kesehatan, sementara aspek santunan atau pertanggungan korban kecelakaan belum menjadi bagian dari sistem jaminan sosial nasional.

Baca Juga :  Optimalisasi Pemberantasan Korupsi, Menteri PANRB – Ketua KPK Diskusi Penguatan Kelembagaan KPK

“Padahal mengingat dampak dari kecelakaan sebagaimana disinggung sebelumnya, serta konsep negara welfare state yang dianut oleh Indonesia, maka perlindungan sosial dari negara harus diberikan pada semua aspek, baik dari sisi kesehatan maupun santunan/pertanggungan kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan,” tegas Filep Wamafma.

Dalam RDP tersebut, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono menjelaskan bahwa PT Jasa Raharja telah mengelola dana pertanggungan kecelakaan berdasarkan UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No. 34 Tahun 1964 sebagai langkah awal dalam penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas merupakan bagian dari jaminan sosial yang harus terus diperkuat.

“Atas dasar kejadian kecelakaan katastrop, Pemerintah memandang perlu untuk memberikan kepastian hukum dalam perlindungan bagi masyarakat korban kecelakaan lalu lintas melalui Jasa Raharja,” ujar Rivan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komite III DPD RI Jelita Donal menilai penanganan masyarakat yang mengalami korban kecelakaan harus dapat dilakukan segera. Apalagi terdapat dua perusahaan yang memberikan jaminan terkait kecelakaan dan penanganan di rumah sakit, yaitu Jasa Raharja dan BPJS.

Baca Juga :  Prabowo bangga upacara HUT Ke-81 RI berjalan khidmat

“Setiap warga negara yang mengalami kecelakaan, negara harus hadir secepatnya. Jangan sampai terjadi antara BPJS dan JR tidak terkoordinasi dan baik dan akhirnya merugikan masyarakat,” ucapnya.

Senada, Senator dari Riau Sewitri dan Senator dari Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya berharap agar dalam penanganan korban kecelakaan, dapat dilakukan secara terkoordinir dan satu pintu antara Jasa Raharja dengan BPJS. “Kalau bisa satu pintu itu bakal lebih efektif, sehingga tidak menyulitkan masyarakat yang menjadi korban kecelakaan dan membutuhkan pengobatan,” ucap Ida Bagus Rai Dharmawijaya.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya Komite III DPD RI dalam memastikan bahwa revisi UU SJSN benar-benar memberikan jaminan sosial yang lebih luas dan terintegrasi bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan. Komite III DPD RI akan terus mengawal pembahasan RUU ini agar kebijakan jaminan sosial nasional semakin berpihak pada kepentingan rakyat.*

Berita Terkait

2.255 Unit Rumah Di Subulussalam Aceh Terdampak Banjir
Forum Pembauran Kebangsaan Gelar Silaturahmi Lintas Suku dan Agama Dihadiri Bupati Tangerang
Bupati Paramitha Ingatkan 97 Pejabat Brebes: Jabatan Bukan untuk Mencari Kehormatan, tetapi Melayani Rakyat
Jembatan Sitanggal Brebes Diperbaiki, Bupati Paramitha Targetkan Rampung Desember 2026
Kejari Brebes Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Mikro, Kerugian Negara Capai Miliaran
Tiga Hari Berlangsung, Semarak Sawah Baru Jilid III Hadirkan Beragam Aksi Sosial
Kabar Baik! Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan dan Pajak Progresif hingga 28 Desember 2026
DPD PAN Kabupaten Brebes, Perkuat Barisan di Tanjung dan Losari

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:22 WIB

2.255 Unit Rumah Di Subulussalam Aceh Terdampak Banjir

Selasa, 3 November 2026 - 16:15 WIB

Forum Pembauran Kebangsaan Gelar Silaturahmi Lintas Suku dan Agama Dihadiri Bupati Tangerang

Selasa, 3 November 2026 - 16:15 WIB

Bupati Paramitha Ingatkan 97 Pejabat Brebes: Jabatan Bukan untuk Mencari Kehormatan, tetapi Melayani Rakyat

Selasa, 3 November 2026 - 05:22 WIB

Kejari Brebes Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kredit Mikro, Kerugian Negara Capai Miliaran

Senin, 2 November 2026 - 14:51 WIB

Tiga Hari Berlangsung, Semarak Sawah Baru Jilid III Hadirkan Beragam Aksi Sosial

Berita Terbaru

Berita

2.255 Unit Rumah Di Subulussalam Aceh Terdampak Banjir

Selasa, 3 Nov 2026 - 22:22 WIB