BYD Mobil Canggih Harga Murah Mainstream Sulit Mengejar

Rabu, 31 Juli 2024 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan mobil mainstream anjlok setelah Mobil Listrik BYD merilis sejumlah varian canggih dengan harga murah. Warga Thailand bahkan terus menunggu BYD memotong lagi harga.

Produsen mobil mainstream tidak berkutik setelah BYD secara agresif menekan harga jual. Kemenangan itu berawal ketika Tiongkok mendeklarasikan “perang kemerdekaan” atas produsen mobil Bahan Bakar Minyak pada awal tahun ini.

Bulan lalu produsen mobil BYD mencatatakan rekor penjualan tertinggi New Energy Vihicles (NEVs) atau istilah Indonesia Kendaraan Energi Terbarukan atau mobil listrik sebanyak 341.658, naik 35 % YOY. BYD menjual 145.179 dari seluruh mobil listrik, naik 13 % YOY.  Pada pertengahan tahun ini saja BYD telah menjual lebih dari 726.000 mobil listrik, naik 18 persen dari tahun lalu.

Baca Juga :  Tesla berhasil kalahkan penjualan BYD di 2026

Harga termurah varian BYD – The Seagull dimulai dari $9.700 (96.800 Yuan) di Tiongkok. Pasar luar negeri, seperti Brazil dimulai dari $20.000.

Harga yang  juga terjangkau  dari varian lainnya seperti Dholphin dan Atto 3 tampaknya akan dengan mudah  diserap pasar utama otomotif luar negeri seperti Thailand, Indonesia dan Amerika Latin.

BYD telah meluncurkan mobil listrik MPV pertamanya di Indonesia pada pameran GIIAS 2024. Varian yang dijual adalah M6 dimulai dari harga $25.000 atau sekitar Rp 400 juta lebih.

Foto CNEV POST

(Foto: CNEV POST)

Toyota Terkena Dampak 

Asosiasi Importir otomotif Jepang melaporkan ada peningkatan penyerapan pasar  sebesar 17% di jantung produsen mobil Toyota , atau terhitung 10 % mobil listrik yang didatangkan dari luar Jepang. BYD mendapat bagian terbesar dari peningkatan penyerapan pasar itu.

Baca Juga :  BYD Paling Laris Di GIIAS 2024

Secara global, bulan lalu Toyota melaporkan penurunan penjualan sebanyak 5%. Di Asia Toyota terkena pukulan keras, penjualannya turun 7.2 % (269.317);   di China -10.8%, Indonesia -10% dan Thailand -15%.

Toyota mengatakan penyebabnya adalah “Lingkungan Pasar yang semakin menantang” dan “Adanya intensifitas kompetisi harga”, ini bisa diartikan faktor harga murah BYD.

Terkenal dengan mobil listrik murah, BYD akan terus menambah jumlah varian. BYD akan menyaingi segmen Tesla. Bahkan sebelum berakhir 2024 mereka berencana menggandakan penjualan di Jepang.

Penelitian yang dilakukan Bloomberg Intelligence (BI), BYD akan mengambil alih mahkota penjualan pasar mobil listrik dunia dari Tesla lebih cepat dari yang diperkirakan.

Editor : Jayadi

Sumber Berita : Electrek.co

Berita Terkait

Wabup Intan Harap KMPI Menjadi Arah Baru Perjuangan Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan 
Prostitusi di kawasan wisata Bali, 13 WNA terjaring operasi
Dewa Ayu, Daniel Hutapea bawa Merah Putih pada pembukaan Asian Games
Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru yang Hilang Meliput Anak Krakatau Resmi Dihentikan
Bupati Tangerang Paparakan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang
Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla Seiring Titik Panas Nasional Turun
DPRD Kabupaten Tangerang, Rampungkan Perda Provider Telekomunikasi, Internet dan WiFi Awal 2027
Acara Rolasan: Tradisi Kuno Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:22 WIB

Wabup Intan Harap KMPI Menjadi Arah Baru Perjuangan Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan 

Jumat, 18 September 2026 - 22:36 WIB

Prostitusi di kawasan wisata Bali, 13 WNA terjaring operasi

Jumat, 18 September 2026 - 22:29 WIB

Dewa Ayu, Daniel Hutapea bawa Merah Putih pada pembukaan Asian Games

Jumat, 18 September 2026 - 05:03 WIB

Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru yang Hilang Meliput Anak Krakatau Resmi Dihentikan

Rabu, 16 September 2026 - 21:27 WIB

Bupati Tangerang Paparakan Konsep Pembangunan Wilayah Pesisir Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru

Pariwisata

Benteng Pendem Cilacap: Sejarah, Misteri, dan Jejak Masa Lalu

Sabtu, 19 Sep 2026 - 05:57 WIB