Sekda Soma: Tanggung Jawab Menjaga Kualitas Hidup Para Lansia Merupakan Tugas Kolektif

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, Dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Peringatan Hari Lanjut Usia ini diisi dengan serangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, pemberian materi menjalankan kehidupan masa tua oleh narasumber yang berkompeten, hingga karaoke bersama.

Diharapkan melalui momentum ini, sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kemandirian komunitas mampu mewujudkan Kabupaten Tangerang yang ramah lansia demi menyokong visi besar Indonesia Berdaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Soma Atmaja, Kepala Dinas Kesehatan Hendra Tarmizi dan para Narasumber mengusung tema “Lansia Sehat, Mandiri untuk Indonesia Berdaya” acara ini berlangsung di aula GSG Puspemkab Tangerang. Rabu, 10/06/2026.

Sekda Soma Atmaja mengungkapkan momentum ini akan dijadikan sebagai pijakan strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pendukung bagi para lanjut usia (lansia) agar tetap produktif, aktif, dan terjaga kesehatannya di tengah era bonus demografi.

“Tentunya kami dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang akan selalu senantiasa hadir mengawal kesejahteraan lansia untuk tetap produktif, selalu beraktifitas dan yang paling penting menjaga kesehatan,” ujar Soma Atmaja.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, menegaskan bahwa mengawal kesejahteraan lansia merupakan hal yang mutlak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah salah satunya tecermin dari meningkatnya Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat secara signifikan.

Baca Juga :  Pemprov DKI tindak tegas aksi premanisme usai kejadian di Tanah Abang

Sekda Soma juga menegaskan bahwa pencapaian tingginya angka harapan hidup ini memunculkan tantangan tersendiri, terutama karena terjadi bersamaan dengan momentum bonus demografi, di mana populasi generasi muda sedang berada pada grafik tertinggi. Oleh karena itu, keseimbangan program antar generasi harus dipersiapkan dengan matang agar kelompok lansia tidak menjadi populasi yang rentan, melainkan menjadi pilar yang tetap berdaya.

“Anak-anak muda kita kan sedang banyak-banyaknya nih hari ini. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Nah, problem utama yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana caranya agar para lansia ini memiliki wadah dan mekanisme untuk tetap produktif dan sehat,” ungkap Soma Atmaja

Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja, melainkan harus distimulasi oleh berbagai ragam kegiatan yang positif secara berkelanjutan dan produktif.

Sekda Soma juga mengingatkan bahwa kunci utama dari kemandirian kelompok lanjut usia terletak pada kekuatan komunitas. Pemerintah daerah mendorong para lansia untuk aktif mengorganisasikan diri ke dalam wadah atau paguyuban positif, seperti Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) maupun Wredatama (Persatuan Wredatama Republik Indonesia/PWRI).

“Tentu saja para lansia sendiri harus membangun komunitasnya secara mandiri. Komunitas-komunitas seperti tadi yang kita lihat, ada PPI, ada juga Ureda Tama (Wredatama) serta peran yang di jalankan pemerintah Daerah,” tambahnya

Baca Juga :  Asal Usul Pulau Nusakambangan: Legenda dan Sejarah yang Menyimpan Misteri

Melalui wadah komunitas inilah mereka harus terus mengembangkan dirinya dengan berbagai kegiatan yang produktif. Tadi saya mendengar langsung, bahkan ada usaha pertanian di antara mereka. Ada juga yang sekadar berkumpul untuk melaksanakan aktivitas fisik dan sosial yang positif. Saya kira hal-hal seperti inilah yang menjadi jawaban bagaimana para lansia kita harus tetap sehat, dan salah satunya difasilitasi melalui acara seperti hari ini.

Sekda Soma juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas hidup para lansia merupakan tugas kolektif. Konsep penanganan harus bergeser dari yang semula bertumpu pada ketahanan domestik keluarga, kini harus didukung penuh oleh kehadiran negara melalui integrasi program kerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Perlu kita camkan bersama bahwa ini bukan hanya tugas internal dari keluarga masing-masing saja. Ini menyangkut bagaimana peran pemerintah daerah juga harus hadir secara nyata di tengah-tengah mereka melalui OPD-OPD terkait. Saya instruksikan instansi sektoral seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta OPD teknis terkait lainnya untuk saling berkolaborasi meluncurkan program jaminan kesehatan, jaring pengaman sosial, serta pemberdayaan yang ramah lansia.,” tutup Sekda Soma. (Hil)

Berita Terkait

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus
Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT
Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol
BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan
Pelantikan Dialog Kebudayaan KMB UMJ: Dobrak Stagnasi Regenerasi, Siapkan Pemuda Betawi Ambil Peran Strategis Nasional
Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi dan Avtur Untuk Oktober
HUT TNI ke-81, Prabowo Pimpin Upacara 5 Oktober 2026 di Cilangkap
HUT TNI ke-81 5 Oktober 2026: Sejarah, Makna dan Perjalanan Tentara Nasional Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kementerian PU Percepat Pemulihan 1.024 Infrastruktur di NTT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Kemensos Jatuhi Hukuman Berat Ke 620 Pegawai Karena Kasus Judol

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:16 WIB

BPN Pastikan Pengadaan Tanah Tol Serbaraja Dilaksanakan Transparan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Pelantikan Dialog Kebudayaan KMB UMJ: Dobrak Stagnasi Regenerasi, Siapkan Pemuda Betawi Ambil Peran Strategis Nasional

Berita Terbaru

Berita

Tekan DBD, ITPLN Fasilitasi Wolbachia di Kampus

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:20 WIB