Cing Poling kesenian tradisional Purworejo dari abad ke-17

Senin, 4 Agustus 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinamikanews.net – Tari Cing Poling adalah kesenian tradisional dari Purworejo, Jawa Tengah, yang diperkirakan muncul pada abad ke-17. Tarian ini awalnya merupakan penyamaran gerakan bela diri yang dilakukan oleh prajurit Demang Kesawen dan pengawalnya saat menghadap Adipati Karangduwur. 

Asal Usul:

Kesenian Cing Poling berawal dari tradisi pisowanan (kunjungan) Demang Kesawen ke Kadipaten Karangduwur. Di mana ia membawa tiga prajuritnya, yaitu Krincing, Dipomenggolo, dan Keling. Saat menunggu giliran bertemu Adipati, mereka berlatih bela diri di lapangan, yang kemudian dilarang oleh Adipati. Untuk tetap bisa berlatih, mereka menyamarkan gerakan bela diri dalam bentuk tarian yang diiringi musik, yang kemudian dikenal sebagai Cing Poling. 

Perkembangan dan Ciri Khas:

  • Seiring waktu, Cing Poling berkembang menjadi kesenian yang ditarikan oleh 9 hingga 11 orang, dengan peran seperti pemayung, pemencak, dan pengiring.
  • Tarian ini melibatkan berbagai gerakan dinamis, seperti Sembahan, dodokan, undur unduran, berbaris dan Pencak.
  • Tarian ini tidak hanya berorientasi pada gerakan fisik, tetapi juga pada aspek pertahanan diri dan spiritualitas.
  • Kostum yang dikenakan biasanya sederhana, didominasi warna hitam, dengan Topi Pacul gowang, dan diiringi oleh instrumen tradisional seperti kencreng seperti simbal, bende, ketipung, terompet.
Baca Juga :  Bupati Tangerag Raih Penghargaan Economic Growth Ajang National Governance Awards 2026

Fungsi dan Pelestarian:

  • Pada masa lalu, Cing Poling berfungsi sebagai pengantar Demang Kesawen saat pisowanan.
  • Saat ini, Cing Poling sering ditampilkan dalam berbagai acara, seperti hajatan, perayaan Agustusan, dan penyambutan tamu kehormatan.
  • Meskipun sempat terancam punah, kesenian ini terus dilestarikan oleh masyarakat Purworejo, bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
  • Pementasan  juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kesenian ini kepada masyarakat luas dan menyemangati para seniman untuk terus menjaga budaya mereka.
Baca Juga :  Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Tangerang: Perkuat Kinerja Organisasi dan Pelayanan Publik

Kesenian tradisional bukan sekedar tontonan. Tetapi wahana dalam melestarikan dan mengenalkan kepada generasi muda mengenai nilai nilai filosofi dalam kesenian lokal kabupaten Purworejo.

Dengan sinergi antara pemerintah, seniman dan masyarakat.  cingpoling tidak hanya menjadi warisan budya yang dibanggakan, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan. Menjaga budaya bukan hanya tentang melestarikan masa lalu, tetapi juga membentuk masa depan yang berakar pada identitas bangsa.

Berita Terkait

Untuk Pemerataan Wardoyo Tahap II Disalurkan, Warga yang Belum Tersentuh Bansos Kembali Mendapat Perhatian
Bupati Tangerang Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Al Hijaiyyah Sindang Jaya
Ketum LSM GARI Hendra Primitif Kawal Dan Soroti Kegiatan SAB Di Wilayah Desa Pete Tigaraksa,
Animo Masyarakat Hadiri Acara Maulid Nabi, Harlah ke-30 Al Hasaniyyah: Lestarikan Budaya Turun-temurun
Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian Sarolangun, Kementerian PU Kerahkan Pompa Air
Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin
Sepekan Gempa Flores, Kementerian PU Tangani 34 Titik Longsor dan 9 Jembatan
Kemnaker: Sertifikasi Jadi Kunci Pastikan Kompetensi Tenaga Kerja Permanent Makeup

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Untuk Pemerataan Wardoyo Tahap II Disalurkan, Warga yang Belum Tersentuh Bansos Kembali Mendapat Perhatian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Bupati Tangerang Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Ponpes Al Hijaiyyah Sindang Jaya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Ketum LSM GARI Hendra Primitif Kawal Dan Soroti Kegiatan SAB Di Wilayah Desa Pete Tigaraksa,

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Animo Masyarakat Hadiri Acara Maulid Nabi, Harlah ke-30 Al Hasaniyyah: Lestarikan Budaya Turun-temurun

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Mendes Jelaskan Program Sehati Hingga Desa Ekspor ke Ratusan Kades asal Merangin

Berita Terbaru

Nasional

Perkuat Dukungan DPD RI, Setjen Benahi Kelembagaan

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:05 WIB