Warga Geram Akibat Tambang Pasir Yang Mencemari Kali Sapi

Jumat, 7 Juni 2024 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga yang kesal akibat ulah penambang pasir melakukan audiensi. foto : Arif

Sejumlah warga yang kesal akibat ulah penambang pasir melakukan audiensi. foto : Arif

Banjarnegara, lensabumi.com – Puluhan warga perwakilan dari Desa Merden, Kaliajir dan Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, melakukan audensi dengan Forkopimcam Purwanegara untuk menyampaikan protes keras terkait pencemaran Sungai Sapi, Jumat (7/6/2024).

Dari keterangan warga di lapangan, limbah pencucian pasir putih yang dikelola oleh sejumlah pengusaha tambang dinilai tidak representatif, sehingga limbah tersebut terus mencemari sungai.

Diketahui, pencemaran sungai yang sudah terjadi bertahun – tahun ini disebabkan menjamurnya tempat pencucian pasir putih di hulu Sungai Sapi di Desa Petir Kecamatan Setempat.

Padahal saat menjelang musim kemarau, air sungai tersebut sangat vital untuk keperluan sehari – hari oleh ratusan warga Desa Kaliajir, Merden dan Karanganyar.

Warga sebelumnya juga sudah melakukan aksi protes terhadap pengelola tambang, namun tidak pernah ditanggapi.

Hal ini terbukti, setiap menjelang musim kemarau air Sungai Sapi berubah warna jadi putih susu. “Kalau sudah begini, warga sudah bisa menggunakan air tersebut untuk mencuci dan keperluan lain. Padahal warga sangat membutuhkan air bersih,” ujar warga.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Tangerang Serahkan Bantuan Alsintan Kepada Kelompok Tani

Didepan Camat dan aparat kepolisian warga menyampaikan unek – uneknya karena selama ini apa yang disampaikan warga nyaris tidak pernah digubris oleh pengusaha tambang pasir putih.

“Kedatangan kami kesini dari perwakilan tiga desa yaitu Merden, Kaliajir dan Karanganyar untuk meminta solusi tentang kelanjutan limbah pencucian pasir putih yang mencemari air sungai Kali Sapi,” tutur Sarkum.

Sarkum juga menyampaikan, warga sudah berkali – kali menyampaikan keluhan tetapi tidak pernah ditanggapi serius.

“Bapak harus tahu, berapa jiwa warga disepanjang aliran sungai ini yang memanfaatkan air untuk mencuci dan mandi,” katanya.

Ia juga menyampaikan, “jika tidak ada solusi, warga akan menggelar aksi demo besar- besaran. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak pak,” pekiknya.

Menanggapi Hal ini, Kapolsek Purwonegoro Iptu Edi WP SH menyampaikan, pihaknya akan menampung dan menyampaikan aspirasi warga kepada pihak terkait, termasuk jika ditemukan adanya pelanggaran akan dilakukan penindakan secara hukum yang berlaku.

Terpisah, Sadar, Kepala Desa Merden menyampaikan, pencemaran limbah yang terus berulang jelas merusak ekosistem dan biota air. “Masalah pencemaran Sungai Sapi harus segera diatasi, apalagi air sungai ini biasa dimanfaatkan banyak warga untuk keperluan sehari – hari disaat musim kemarau tiba,” tegas Sadar.

Baca Juga :  Pj Bupati Masrofi Ajak Mahasiswa KKN Unsoed Ikut Berperan Mengentaskan Kemiskinan dan Stunting di Banjarnegara

Sementara itu, kesimpulan dari audensi ini menghasilkan kesepakatan, Forkopimcam Purwanegara akan segera melakukan pertemuan dengan para pengusaha untuk segera menangani masalah yang dikeluhkan warga.

Bambang, salah seorang pengusaha tambang pasir putih di Desa Petir, yang sekaligus sebagai Anggota DPRD Banjarnegara saat dikonfirmasi Wartawan mengatakan, akan mengikuti arahan atau keinginan dari warga.

“Kami tidak mengelola pencucian pasir putih, tapi kami memang menyediakan bahan bakunya. Jadi saat pasir putih naik ke truk itu sudah bukan urusan kami,” kata Bambang.

Bambang juga mengaku sudah berkali – kali menyampaikan kepada pengelola pencucian tambang untuk membangun sarana instalasi limbah. Namun mereka tetap membandel.

Bambang justru akan menutup kawasan pertambangannya jika para pengusaha pencucian pasir putih tidak segera membuat penampungan limbah cucian.

Berita Terkait

Kemudahan Dalam Jangkauan, awal tahun 2026 Kecamatan Kelapa Dua Perkenalkan Inovasi Digital “Pedas Dikit” dalam hal pelayanan Adminduk
Sinergi Mendes Yandri dan Bupati Ratu di Doa Akhir Tahun Desa Ujung Tebu
Begitu Khidmat Cara Bupati Brebes Rayakan Tahun Baru, Tunjukkan Sifat Kepedulian Terhadap Masyarakat Bawah 
Prabowo Tegaskan Tidak akan Tinggalkan Rakyat Tertimpa Musibah
Polres Tasikmalaya Kota Bertindak Cepat Tindaklanjuti Laporan Gangguan Kamtibmas di Perumahan Mutiara Putra Ciawi Regency
Lebih dari Sekadar Transaksi, BRI KC Cilegon Gelar Doa Pagi untuk Kesehatan dan Kelancaran Usaha Nasabah
Kebersihan dan Keamanan Jadi Prioritas, BRI KC Cilegon Jaga Kenyamanan Nasabah di Galeri ATM
Suasana Ceria Warnai Kantor BRI KC Cilegon, Guru dan Staf MTsN 2 Kota Cilegon Manfaatkan Layanan BRIGUNA

Berita Terkait

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:05 WIB

Kemudahan Dalam Jangkauan, awal tahun 2026 Kecamatan Kelapa Dua Perkenalkan Inovasi Digital “Pedas Dikit” dalam hal pelayanan Adminduk

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:59 WIB

Sinergi Mendes Yandri dan Bupati Ratu di Doa Akhir Tahun Desa Ujung Tebu

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:56 WIB

Begitu Khidmat Cara Bupati Brebes Rayakan Tahun Baru, Tunjukkan Sifat Kepedulian Terhadap Masyarakat Bawah 

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Tegaskan Tidak akan Tinggalkan Rakyat Tertimpa Musibah

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:55 WIB

Lebih dari Sekadar Transaksi, BRI KC Cilegon Gelar Doa Pagi untuk Kesehatan dan Kelancaran Usaha Nasabah

Berita Terbaru