Dinamika Pembangunan Di Kab Tangerang. Masyarakat Harus Diberdayakan bukan Digantikan

Jumat, 16 Mei 2025 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Tangerang, Dinamikanews.net- Masyarakat daerah merupakan bagian penting dari wajah Indonesia. Mereka hidup berdampingan dengan alam, menggantungkan hidup dari pertanian, perkebunan, dan sumber daya lokal seperti di Kabupaten Tangerang contohnya.

Salah satu masalah utama adalah ketimpangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas hidup.

Di Kab Tangerang sendiri dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan mulai menyentuh wilayah pedesaan melalui berbagai program infrastruktur, bantuan sosial, hingga digitalisasi desa. Namun, opini masyarakat pedesaan terhadap pembangunan tidak selalu positif. Banyak yang merasa pembangunan belum menyentuh kebutuhan mereka yang paling mendasar.

Pembangunan jalan atau jembatan memang penting, tetapi masyarakat desa sering kali lebih membutuhkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kapasitas pertanian. hal yang tak banyak didiskusikan tapi tak banyak penyelesaian.

Bagi masyarakat Tangerang seperti petani, misalnya, mengeluhkan minimnya pendampingan teknis dan sulitnya akses pasar untuk hasil pertanian mereka. Bantuan alat modern tanpa pelatihan yang memadai justru membuat alat-alat itu mangkrak, tidak terpakai.

Baca Juga :  Pemkab Brebes Gerak Cepat, Dinperwaskim Cek Lokasi Rumah Nurokhim Dan Musriah

Selain itu, pembangunan di desa kadang dilakukan tanpa melibatkan masyarakat secara aktif.

Masyarakat sering hanya diberi informasi bahwa sebuah proyek akan dilaksanakan, bukan diajak bicara soal apa yang benar-benar mereka butuhkan. Akibatnya, tidak sedikit proyek yang tidak sesuai dengan konteks lokal, baik secara budaya maupun ekonomi. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pembangunan hanya sebatas formalitas, bukan solusi.

Opini masyarakat desa juga menunjukkan bahwa mereka menginginkan pembangunan yang berkelanjutan, bukan hanya proyek jangka pendek yang menghabiskan anggaran tapi tidak memberi dampak jangka panjang.

Mereka ingin agar potensi lokal diberdayakan bukan digantikan.

Misalnya, pengembangan pariwisata desa seharusnya melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan hanya sebagai penonton dari proyek yang dikerjakan pihak luar.

Baca Juga :  KBPPPolri Resor Purbalingga Gelar Pertemuan Rutin di Aula Wicaksana Laghawa

Di sisi lain, tidak sedikit pula masyarakat desa yang mulai merasakan manfaat pembangunan. Akses jalan yang lebih baik membuat distribusi hasil tani lebih lancar. Adanya internet di beberapa desa juga membuka peluang baru, terutama bagi generasi muda. Namun, semua ini akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa sendiri.

Pembangunan pedesaan seharusnya berangkat dari dialog yang terbuka dan jujur antara pemerintah dan masyarakat. Harus ada keberanian untuk mendengar apa yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar menjalankan proyek yang sudah dirancang di meja birokrasi.

Masyarakat pedesaan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Mereka adalah mitra utama dalam proses pembangunan itu sendiri. Tanpa mendengar dan melibatkan mereka, pembangunan hanya akan menjadi bangunan tanpa jiwa.

Penulis : Yudi

Berita Terkait

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026
Gebrakan Baru Komunitas Rakyat Memberi, Kasih Makan Gratis ke Pasien BPJS dan Nakes di Puskesmas
Sejarah Gedung Sate Bandung: Ikon Bersejarah Peninggalan Belanda yang Menjadi Simbol Jawa Barat
Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika
Dukung BIK 2026 di Banjarnegara, BPR BKK Mandiraja Bawa Misi Lindungi Pelajar dari Pinjol Ilegal dan Judi Online
Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez
TBC di Tonjong Brebes Capai 350 Kasus, Puskesmas Gencarkan Pelacakan, Prioritas Desa Linggapura
Diduga Jadi Kurir Ganja, Pria 69 Tahun Diamankan Polisi di Pantura Brebes

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Veda Ega Finish Keenam, Quiles Juarai Moto3 Mandalika 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Gebrakan Baru Komunitas Rakyat Memberi, Kasih Makan Gratis ke Pasien BPJS dan Nakes di Puskesmas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Sejarah Gedung Sate Bandung: Ikon Bersejarah Peninggalan Belanda yang Menjadi Simbol Jawa Barat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Aprilia Kuasai FP1 Mandalika, Bezzecchi Ungguli Marc Marquez

Berita Terbaru

Berita

Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:38 WIB