Dorong Pertumbuhan Ekonomi Petani dan Pelestarian Lingkungan, Jasa Marga Group Tanam 1.500 Bibit Durian di Pati

Sabtu, 26 April 2025 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

dinamikanews.net – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April 2025 dan memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus mendukung kelestarian lingkungan, Jasa Marga Group menyalurkan 1.500 bibit pohon durian jenis Duri Hitam dan Musang King kepada kelompok tani di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Kegiatan yang digelar pada Kamis (17/04) selain untuk memacu produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masyarakat sekitar ruas tol. Bantuan ini mengokohkan komitmen Jasa Marga Group dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin 2 tentang kemandirian pangan dan ekonomi hijau, poin 6 tentang pemerataan ekonomi dari desa, serta poin 8 tentang keharmonisan hidup bersama lingkungan dan budaya.

Hadir pada kegiatan tersebut Camat Gunungwungkal Febes Mulyono, Kapolsek Gunungwungkal Sukarno, Danramil Gunungwungkal Sundoko, Kepala Desa Sidomulyo Giyanto, Kepala Desa Jepalo Suyono, Ketua Kelompok Tani Putra Maju Mat Soleh dan Ketua Kelompok Tani Sekar Arum Sahri serta Penyedia Bibit Durian Agus Widodo. Hadir pula perwakilan dari Kantor Pusat Jasa Marga, PT Jasamarga Transjawa Tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), PT Jasamarga Semarang Batang, PT Trans Marga Jateng, PT Jasamarga Solo Ngawi, PT Jasamarga Jogja Solo dan PT Jasamarga Joga Bawen.

Baca Juga :  Gereja Katedral Apresiasi Pengamanan Polri-TNI Saat Gelaran Rangkaian Misa Paskah

Di kesempatan terpisah, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana, menegaskan bahwa penyaluran 1.500 bibit durian ini bukan sekadar program TJSL rutin perusahaan. Inisiatif ini dirancang sebagai investasi jangka panjang yang mampu menciptakan lahan produktif baru, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang ekonomi bagi petani di Gunungwungkal.

“Dengan jenis durian Duri Hitam dan Musang King yang memiliki nilai pasar premium, setiap pohon diperkirakan menghasilkan 60–80 buah per tahun setara dengan potensi pendapatan Rp 9-12 juta per pohon setiap musim panen. Total potensi nilai ekonomi untuk 1.500 pohon ini bisa mencapai Rp 13,5-18 miliar setiap tahun, yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani dan mengurangi ketimpangan ekonomi di desa. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, penanaman 1.500 pohon mampu menyerap CO₂ dan memperluas tutupan hijau di wilayah sekitar koridor tol. Langkah ini sejalan dengan visi Jasa Marga sebagai pelopor infrastruktur berkelanjutan yang tumbuh berdampingan dengan masyarakat dan lingkungan,” ujar Lisye.

Lisye pun mencatat bahwa bantuan hari ini melengkapi distribusi 1.000 bibit pada awal Maret, sehingga total kontribusi Jasa Marga Group sejak awal tahun mencapai 2.500 pohon. Sebelumnya, Jasa Marga juga berkolaborasi bersama BUMN lain dalam menyerahkan 3.970 bibit pohon Durian Duri Hitam (Black Thorn) dan Musang King kepada kelompok tani di Gunungwungkal, jumlah keseluruhan dari BUMN kini mencapai 6.470 bibit di wilayah Gunungwungkal.

Baca Juga :  BMKG: Kemarau 2026 lebih kering dibanding rata-rata selama 30 tahun

Camat Gunungwungkal, Febes Mulyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah nyata Jasa Marga Group. “Bantuan ini tak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mengokohkan semangat kebersamaan kami dalam mengelola potensi pertanian secara profesional dan ramah lingkungan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sekar Arum Sahri menegaskan bahwa dukungan seperti ini akan mendorong ketahanan pangan dan membuka peluang pasar baru bagi komoditas unggulan Pati.

Bantuan bibit pohon durian ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan pengurangan kesenjangan wilayah. Ke depan, Jasa Marga Group akan terus memperluas jangkauan program TJSL melalui sinergi bersama komunitas lokal, pemerintah desa dan mitra strategis. Setiap inisiatif tersebut diharapkan dapat menghasilkan manfaat sosial-ekonomi yang nyata dan menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Listrik Jawa Berangsur Normal, PLN Pastikan Keandalan Sistem Makin Kuat
Ini 5 Faktanya, Harga Asli Pertalite Rp18.040 per Liter Lebih Mahal dari Pertamax
RI dan Kuwait Perkuat Kerja Sama Di Sektor Ketahanan Energi
Mendag Tegaskan HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter
Taman Nasional Kutai Jadi Wadah Pelestarian 324 Fauna
Menkop Minta Tambahan Rp1,34 triliun Dukung 80 Ribu Kopdes Merah Putih
Prediksi Musim Di RI Memiliki Tingkat kompleksitas Tinggi
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:17 WIB

Listrik Jawa Berangsur Normal, PLN Pastikan Keandalan Sistem Makin Kuat

Senin, 22 Juni 2026 - 05:59 WIB

Ini 5 Faktanya, Harga Asli Pertalite Rp18.040 per Liter Lebih Mahal dari Pertamax

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:54 WIB

RI dan Kuwait Perkuat Kerja Sama Di Sektor Ketahanan Energi

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:24 WIB

Mendag Tegaskan HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:24 WIB

Taman Nasional Kutai Jadi Wadah Pelestarian 324 Fauna

Berita Terbaru