Fortifikasi Beras di Brebes untuk Cegah Stunting

Senin, 26 Agustus 2024 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Dinamikanews.net – Pemerintah Kabupaten Brebes bersama Kementerian Pertanian, World Bank dan ICARE menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Grand Dian Hotel Brebes, Senin (26/08/2024). FGD membahas bagaimana kesiapan Pemkab Brebes dalam melakukan fortifikasi beras.

Fortifikasi beras merupakan salah satu upaya perbaikan gizi masyarakat melalui pengayaan zat gizi pada beras. Beras fortivit atau beras bervitamin mengandung sedikit karbohidrat, tetapi kaya akan kandungan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng (Zn) sehingga sangat sesuai dikonsumsi dalam pola gaya hidup sehat yang berkelanjutan yang muaranya pada pencegahan stunting di Kabupaten Brebes.

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Ir Djoko Gunawan MT mewakili Pj Bupati mengatakan, Bank Dunia dan ICARE melakukan tour untuk melihat potensi di Brebes untuk mengemas beras lokal dengan beras fortifikasi.

Baca Juga :  50 Anggota DPRD Brebes di Lantik, di Ambil Sumpah Janjinya. Iwan: Ingatkan Jabatan Penting, Tapi Lebih Penting Amanah

“Artinya nanti di dalam beras fortifikasi ini nanti kita eksekusi dalam rangka intervensi penanggulangan stunting. Sehingga kita sambut baik, hari ini kita FGD,” kata Djoko.

Tindak lanjut dari kegiatan tersebut kata Djoko yakni akan ada peninjauan di lapangan untuk melihat sejauh mana potensi yang ada di Brebes utamanya di Kecamatan Losari, Larangan da Bantarkawung.

“Dari situ bisa dikembangkan termasuk rantai pasok, rice milling unit (mesin penggilingan padi) dan sebagainya, dengan harapan akan tersistem hingga menumbuhkan minat untuk beras fortifikasi,” ungkap Djoko.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Drs M Furqon Amperawan MP menjelaskan, saat ini di daerahnya masih dalam tahap awal penjajakan terkait dengan rantai pasok beras mulai dari produsen ke konsumen.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Mahasiswa IPB Inovasi Abon Telur

“Rantai pemasaran beras yang ada di Kabupaten Brebes di antaranya dari produsen ke konsumen yang sebelumnya melalui penggilingan RMU, kita akan kaji itu,” kata Furqon.

Adapun terkait pengaplikasian dari program beras fortifikasi kata Furqon, akan ditambahkan unsur tertentu.

“Nah nanti beras tersebut akan ditambahkan unsur gizi tertentu seperti zink yang bisa menangani stunting di Kabupaten Brebes,” tandasnya.

Agenda FGD tersebut dihadiri oleh Kementan RI, World Bank, ICARE, OPD terkait dan sejumlah camat yang ada Kabupaten Brebes.

Berita Terkait

Wabup Intan Gaungkan Gerakan’Ananda Bersinar’ Sambut Indonesia Emas 2045.
Puncak Harganas 2026, Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Peran Ayah dan Keluarga Harmonis
Pemkab Cirebon Siapkan Guru Sementara Untuk Operasional Sekolah Rakyat
Perkuat Kapasitas Aparatur Desa, DPMPD Gelar Sosialisasi Bimtek RKP Desa dan Pelaksanaan Musrenbang 2026.
Aksi Nyata, Dina Maria Ulfa Dewan Gerindra Bangun Rumah Lansia Di Kronjo
Perkuat Solidaritas, Relawan Bersatu Maesyal-Intan Gelar Silaturahmi
Ratusan Warga Margadana Geruduk DPRD Kota Tegal, Tolak Beroperasi Tempat Hiburan Malam Helen’s Night Mart
Wabup Intan sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Sodong yang secara konsisten menyelenggarakan santunan anak yatim

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:57 WIB

Wabup Intan Gaungkan Gerakan’Ananda Bersinar’ Sambut Indonesia Emas 2045.

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:52 WIB

Puncak Harganas 2026, Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Peran Ayah dan Keluarga Harmonis

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:26 WIB

Pemkab Cirebon Siapkan Guru Sementara Untuk Operasional Sekolah Rakyat

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:02 WIB

Aksi Nyata, Dina Maria Ulfa Dewan Gerindra Bangun Rumah Lansia Di Kronjo

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:02 WIB

Perkuat Solidaritas, Relawan Bersatu Maesyal-Intan Gelar Silaturahmi

Berita Terbaru