BREBES, Dinamikanews.net – Pembangunan Jembatan Mendala V di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, mulai dikebut setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Proyek infrastruktur dengan nilai kontrak sekitar Rp1,75 miliar tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Berdasarkan informasi perkembangan pekerjaan hingga awal November 2026, progres pembangunan jembatan baru mencapai sekitar 20 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat waktu penyelesaian proyek semakin dekat.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan adalah tingginya curah hujan yang memicu longsoran tanah di sekitar lokasi pembangunan. Kondisi tanah yang labil menyebabkan sejumlah material pekerjaan sempat terbawa longsoran.
Meski demikian, pihak pelaksana menyatakan bahwa kendala tersebut akan segera ditangani melalui koordinasi dengan konsultan perencana dan konsultan teknis Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes.
Nilai Proyek Capai Rp1,75 Miliar
Berdasarkan informasi papan kegiatan, pembangunan Jembatan Mendala V dikerjakan oleh CV Lestari Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp1.758.512.418,92 yang bersumber dari APBD Kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan dimulai pada 15 September 2026 dengan batas akhir kontrak 30 Desember 2026.
Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, terutama warga yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Warga Berharap Pembangunan Tidak Kembali Terhambat
Masyarakat setempat berharap pembangunan Jembatan Mendala V dapat diselesaikan tepat waktu. Keberadaan jembatan tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas sosial, pendidikan, transportasi, hingga perekonomian warga.
Salah seorang warga Padanama Mendala, Warno, menyambut baik dilanjutkannya pembangunan jembatan tersebut. Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga masyarakat segera menikmati akses jembatan yang lebih baik.
Selain mengejar target penyelesaian, kualitas konstruksi juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Terlebih, kondisi geografis wilayah Sirampog yang memiliki risiko longsor ketika curah hujan tinggi membutuhkan perhatian khusus dalam pelaksanaan pembangunan.
Pengawasan Kualitas Menjadi Perhatian
Dengan progres yang masih sekitar 20 persen, percepatan pekerjaan perlu diimbangi pengawasan teknis secara ketat. Penanganan kondisi tanah, kualitas material, serta kekuatan konstruksi harus menjadi prioritas agar jembatan dapat digunakan secara aman dan bertahan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Mendala V bukan sekadar selesai secara administratif, tetapi benar-benar memenuhi standar kualitas pekerjaan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kecamatan Sirampog dan sekitarnya.
Kholik, selaku pihak pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa longsoran tanah liat akibat hujan menyebabkan sejumlah material bangunan ikut terbawa.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik tanah di lokasi yang didominasi tanah liat serta tingginya curah hujan.
“Longsor tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan dan akan segera kami perbaiki,” ujar Kholik kepada awak media.
(D. Miranoor)















