Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir di Pidie Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dinamikanews.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan dampak bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui pekerjaan tanggap darurat sekaligus percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon). Hingga 2 November 2026, sejumlah pekerjaan darurat telah rampung, sementara penanganan permanen terus dilaksanakan untuk memulihkan fungsi sungai, mengurangi risiko banjir, serta mendukung layanan irigasi dan air baku masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU terus memperkuat upaya penanganan bencana hidrometeorologi melalui langkah tanggap darurat dan penyiapan penanganan jangka panjang melalui rehab rekon guna mengurangi risiko banjir berulang.

“Aceh sebenarnya hampir tidak pernah kering dan selalu hujan, sehingga tim kita selalu siaga dan sudah melakukan persiapan khususnya di beberapa wilayah yang penah bencana,” kata Menteri Dody.

Pada tahap tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan berbagai pekerjaan untuk memulihkan kondisi infrastruktur sumber daya air. Pekerjaan yang telah diselesaikan antara lain normalisasi sungai sepanjang 1.000 meter di Dayah Husen, pembangunan tanggul darurat sepanjang 100 meter, pemasangan bronjong sepanjang 152 meter di Seunong, serta normalisasi dan pembangunan tanggul sepanjang 500 meter di Blang Awee.

Penanganan darurat juga mencakup pemulihan jaringan irigasi dan sejumlah infrastruktur sumber daya air lainnya. Sementara itu, pengerukan muara Krueng Meureudu sepanjang 500 meter masih berlangsung untuk membantu memperlancar aliran air menuju laut.

Baca Juga :  Pemerintah putuskan pemberian MBG hanya selama hari sekolah

Dalam program rehab rekon, Kementerian PU menangani pengendalian banjir di Krueng Meureudu dan Krueng Ulim melalui Paket 1 dan Paket 2. Pekerjaan juga mencakup pengerukan muara Krueng Meureudu dan Krueng Beuracan, serta pembangunan jetty dan pengerukan muara Krueng Panteraja. Adapun, pekerjaan penanganan muara Krueng Meureudu dan Krueng Beuracan sama-sama memiliki outcome seluas 5 hektare dengan masing-masing progres mencapai 43,38 persen dan 29,50 persen.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari, menyampaikan bahwa sesuai arahan Menteri PU dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, BWS Sumatera I akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta merespons secara cepat setiap kejadian bencana banjir dan tanah longsor di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

“Selain penanganan darurat, langkah selanjutnya difokuskan pada percepatan penanganan permanen melalui pembangunan sabodam, perkuatan tebing sungai, serta normalisasi sungai dan muara. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi risiko bencana, meningkatkan perlindungan masyarakat, serta mewujudkan infrastruktur sumber daya air yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Modus Pura Pura Test Drive, Pelaku Curanmor Bawa Lari Motor Milik Penjual di Kamal Kalideres Jakarta Barat

Penanganan DAS Meureudu juga direncanakan melalui kombinasi pekerjaan sungai dan pengendalian sedimen. Rencana penanganan mencakup pekerjaan sungai sepanjang total 13,706 meter, terdiri atas 6.731 meter di sisi kiri dan 6.975 meter di sisi kanan, serta pengerukan sedimen sebanyak 871.067 meter kubik. Selain itu, direncanakan pembangunan empat sabo dam yang memiliki total tampungan mencapai 1,4 juta meter kubik untuk membantu menahan material debris, mengendalikan pergerakan sedimen, dan menjaga kestabilan dasar sungai.

Perlindungan tebing dengan struktur batu juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko limpasan dan gerusan. Seluruh pekerjaan tersebut dirancang sebagai penanganan terpadu yang menghubungkan pengendalian aliran sungai, pengelolaan sedimen, hingga penanganan muara.

Selain pengendalian banjir, rehab rekon di Pidie Jaya mencakup pemulihan jaringan irigasi air tanah (JIAT) serta pembangunan 12 unit sarana air baku dengan total debit 0,024 meter kubik per detik.

Kementerian PU terus melanjutkan penanganan darurat dan rehab rekon secara bertahap sesuai kondisi lapangan. Perpaduan pemulihan segera dan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan terdampak, memulihkan layanan sumber daya air, serta mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Berita Terkait

Dorong Ekonomi Desa, Peternak Ayam di Sulteng Dapat Pelatihan
Cak Imin Dorong Kopi Pesantren Al Hikmah 2 Brebes, Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur
Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB
HUT TNI ke-81, Prabowo Pimpin Upacara 5 Oktober 2026 di Cilangkap
HUT TNI ke-81 5 Oktober 2026: Sejarah, Makna dan Perjalanan Tentara Nasional Indonesia
Rocky Gerung Resmi Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo
KAPOLRI BARU — DIJABAT OLEH KOMJEN POL. SUYUDI ARIO SETO  

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:43 WIB

Dorong Ekonomi Desa, Peternak Ayam di Sulteng Dapat Pelatihan

Rabu, 4 November 2026 - 22:34 WIB

Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir di Pidie Jaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:46 WIB

HUT ke-88 KONI: Mengukir Prestasi Lewat Sains dan Pembinaan Terukur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Dana Darurat Bencana Diduga Dikorupsi, KPK Tetapkan Lima Tersangka di BNPB

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:25 WIB

HUT TNI ke-81, Prabowo Pimpin Upacara 5 Oktober 2026 di Cilangkap

Berita Terbaru