Tangerang, Dinamikanews.net – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan di Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Cikupa untuk memastikan wilayah tetap kondusif. Selasa, 3 November 2026
Suasana hangat menyelimuti Gedung Serbaguna Cikupa saat ratusan perwakilan organisasi massa, tokoh lintas agama, dan pemuda berkumpul dalam satu meja. Agenda bertajuk Silaturahmi Kebangsaan yang diinisiasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tangerang ini mengusung misi besar: merawat kerukunan di tengah populasi yang kini mencapai 3,5 juta jiwa.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, hadir langsung di tengah kerumunan yang terdiri dari Kesbangpol, FKUB, MUI, Karang Taruna, hingga Pemuda Pancasila.
Dalam arahannya, Maesyal menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama pembangunan daerah. Ia ingin keberagaman suku, bahasa, dan budaya yang ada di Tangerang menjadi kekuatan, bukan pemecah belah.

“Agenda kebangsaan dalam menghimpun rasa kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai harus dilanjutkan. Inilah yang melahirkan kedamaian,” ujar Maesyal. Ia juga memastikan Pemerintah Daerah akan selalu pasang badan merespon keluhan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik yang inklusif.
Sementara itu, Ketua FPK Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat, menyebut wilayah ini sebagai miniatur Indonesia yang sesungguhnya. Pasalnya, hampir seluruh etnis mulai dari Aceh hingga Papua bermukim dan mencari nafkah di Kabupaten Tangerang.
Jadi, Kehadiran Forum pembauran Kebangsaan (FPK) yang mewadahi acara silaturahmi Kebangsaan ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif menuju masyarakat tangerang yang gemilang
“Ia mengatakan perbedaan suku, ras dan bahasa bukan alasan untuk saling memusuhi, tapi warna untuk menjadi alat persatuan, saling menghargai dan menyayangi satu sama lain,” tegas Hidayat
Senada dengan itu, perwakilan suku Mbojo dari Bima, Quraish Albama, menitipkan pesan mendalam tentang semangat Bhineka Tunggal Ika.
“Menurutnya, pertemuan lintas etnis seperti ini sangat krusial untuk memangkas potensi gesekan di akar rumput. Fokus utamanya adalah meningkatkan tali persaudaraan agar tidak ada lagi ruang bagi konflik komunal di masa depan,” pungkas Quraish.













