Kasus Dugaan Bullying SDN 01 Kebondalem Pemalang, Siswa Kelas 2 Meninggal, Kepala Sekolah Dicopot

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, Dinamikanews.net – Kasus dugaan perundungan atau bullying di SDN 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian publik. Seorang siswa kelas 2, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Polres Pemalang menyatakan hasil pemeriksaan sementara menemukan adanya dugaan keterlibatan dua siswa kelas 5 dalam aksi kekerasan terhadap korban. Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, saat jam istirahat sekolah.

Korban sempat menjalani perawatan selama beberapa hari. Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan sejumlah media, korban mengeluhkan sakit dan kemudian meninggal dunia pada 30 September 2026.

Baca Juga :  DAHSYATNYA LETUSAN GUNUNG KRAKATAU TAHUN 1883, PERISTIWA YANG MENGGUNCANG DUNIA

Polisi melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Penyidikan juga dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Dua Kakak Kelas Diduga Terlibat

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menyebut dua siswa kelas 5 diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Sebelum meninggal, korban disebut sempat menunjuk dua foto siswa kelas 5 ketika diperlihatkan sejumlah foto oleh pihak terkait.

Polisi juga meluruskan sejumlah informasi yang beredar di media sosial mengenai identitas anak yang diduga terlibat. Aparat menegaskan penyelidikan masih dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku untuk anak.

Kepala SDN 01 Kebondalem Dicopot

Perkembangan terbaru terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kepala SDN 01 Kebondalem, Erning Rustini, dinonaktifkan dari jabatannya oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  KAI Commuter: Adanya Gangguan Akibatkan KRL Duri-Tangerang Terhenti

Plt Bupati Pemalang Nurkholis menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah juga menegaskan tidak mentoleransi tindakan perundungan di sekolah.

Sebelumnya, ratusan warga dan wali murid mendatangi SDN 01 Kebondalem pada Senin, 5 Oktober 2026. Mereka menuntut transparansi serta penanganan kasus secara terbuka.

Kasus ini masih menjadi perhatian aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Proses hukum terhadap anak yang diduga terlibat akan mengacu pada ketentuan peradilan anak.

(D. Miranoor)

Berita Terkait

Waspada Banjir Rob Jawa Tengah 7 Oktober 2026, Pesisir Pantura Diminta Siaga
20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya
Kecelakaan 2 Sepeda Motor Keserempet Kereta Api,Di Pintu Rel Pekauman, Belakang Alun- Alun Brebes
Lahan Diserobot, Warga Laporkan Sentul City ke Polda Jabar
BASARNAS TEMUKAN JENAZAH KORBAN KM VIRGO, OPERASI SAR DIPERPANJANG
KEBAKARAN LAHAN 5 HEKTARE DI SONGGOM BREBES, 50 PERSONEL GABUNGAN DITERJUNKAN
Nasib Tragis MenimpaTaruna Polimarin Asal Brebes, Larut Tenggelam Bersama KM Virgo Transport 8 di Masalembo
DAHSYATNYA LETUSAN GUNUNG KRAKATAU TAHUN 1883, PERISTIWA YANG MENGGUNCANG DUNIA

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Kasus Dugaan Bullying SDN 01 Kebondalem Pemalang, Siswa Kelas 2 Meninggal, Kepala Sekolah Dicopot

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Waspada Banjir Rob Jawa Tengah 7 Oktober 2026, Pesisir Pantura Diminta Siaga

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:19 WIB

20 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumba Barat Daya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Kecelakaan 2 Sepeda Motor Keserempet Kereta Api,Di Pintu Rel Pekauman, Belakang Alun- Alun Brebes

Selasa, 29 September 2026 - 17:05 WIB

Lahan Diserobot, Warga Laporkan Sentul City ke Polda Jabar

Berita Terbaru